Di lokasi, Mu’ti menyaksikan proses pemeriksaan kesehatan yang dilakukan tim Puskesmas Tanjung Priok kepada para siswa. Ia menegaskan, program ini bertujuan melakukan deteksi dini kondisi kesehatan peserta didik, bukan untuk memberi label sakit, melainkan memastikan mereka mengetahui kondisi tubuhnya demi menunjang proses belajar.
“Program ini bagian dari prioritas Presiden untuk pemeriksaan kesehatan gratis bagi anak sekolah. Tujuannya tracing atau deteksi dini kesehatan anak-anak kita di sekolah,” ujar Mu’ti.
Data yang dipaparkan menunjukkan CKG telah menjangkau sekitar 25 juta siswa di 202.284 sekolah di berbagai daerah. Hasil pemeriksaan, menjadi bekal penting agar siswa memahami kebugaran fisiknya. "Dengan tubuh yang sehat, proses belajar diharapkan lebih optimal dan prestasi dapat ditingkatkan," jelas Mu'ti.
Pengalaman langsung dirasakan siswa. Nathan Emmanuel Winoto, salah satu pelajar di SMP IPEKA Sunter, mengaku pemeriksaan tersebut membantunya mengetahui gangguan penglihatan yang semakin bertambah. Ia kemudian disarankan memeriksakan diri ke dokter mata.
“Dari sini saya tahu minus mata saya bertambah cukup banyak. Itu sangat membantu karena membuat saya lebih nyaman saat belajar,” ujar Nathan.
Hal senada disampaikan Calissta Hendarto. Ia mengaku terbantu dengan program yang telah dua kali diikutinya. “Terima kasih banyak. Program ini sangat membantu saya,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan, Asnawi Abdullah, memaparkan evaluasi satu tahun pelaksanaan CKG. Dari temuan di lapangan, masalah gigi dan gejala hipertensi mulai banyak ditemukan pada anak usia sekolah.
“Tahun ini tidak hanya cek kesehatan, tetapi juga tindak lanjutnya. Kami ingin hingga 130 juta masyarakat terlayani untuk menekan beban penyakit katastropik di masa depan,” jelas Asnawi.
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan yang turut hadir menekankan pentingnya kesadaran preventif di masyarakat. Ia mengajak orang tua dan siswa membiasakan pemeriksaan kesehatan rutin sejak dini. “Periksa lebih cepat, lebih baik,” tegas Veronica.
(BKHM Setjen Kemendikdasmen)

Posting Komentar untuk "Setahun Berjalan, Program Cek Kesehatan Gratis Siswa di Sekolah Jakarta Disorot Mendikdasmen"