Dua Prajurit TNI Gugur Saat Kawal Misi UNIFIL di Lebanon, Indonesia Desak Investigasi PBB

Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon (UNIFIL) menggelar parade militer di markas besarnya di Naqoura, Lebanon Selatan pada 24 Oktober 2025, untuk memperingati ulang tahun ke-80 berdirinya PBB. (Foto: Xinhua/Ali Hashisho)
Editor: Devona R


GEBRAK.ID; JAKARTA -- Kabar duka kembali datang dari misi perdamaian dunia. Dua prajurit TNI dilaporkan gugur saat menjalankan tugas pengawalan operasi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan, Senin (30/3/2026).

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menyatakan insiden tersebut terjadi ketika personel Satgas TNI tengah mendukung kegiatan operasional pasukan penjaga perdamaian PBB.

“Insiden terjadi di wilayah Lebanon Selatan yang berdampak pada personel Satgas TNI yang sedang melaksanakan tugas pengawalan,” ujar Rico dalam keterangan resmi, Selasa (31/3/2026).

Meski belum dirinci penyebab pastinya, informasi yang beredar menyebutkan kedua prajurit gugur saat mengawal rombongan penjemputan jenazah anggota UNIFIL lainnya. Dengan tambahan dua korban tersebut, total tiga prajurit TNI gugur dalam rangkaian insiden terbaru di wilayah konflik itu.

Sebelumnya, prajurit TNI Praka Farizal Rhomadhon dilaporkan gugur akibat serangan artileri di sekitar posisi kontingen Indonesia di Adshit al-Qusyar, Lebanon Selatan. 

Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, menjelaskan jenazah almarhum saat ini disemayamkan di markas sektor timur UNIFIL dan tengah diproses pemulangannya ke Tanah Air dengan dukungan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia serta KBRI Beirut.

Serangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya intensitas konflik di kawasan perbatasan Lebanon-Israel. Selain korban gugur, beberapa prajurit lain mengalami luka berat dan ringan dan telah mendapatkan perawatan medis.

Pemerintah Indonesia bergerak cepat di jalur diplomasi. Menteri Luar Negeri RI Sugiono menghubungi Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk menyampaikan kecaman keras dan mendesak penyelidikan menyeluruh.

Indonesia juga menyerukan pertemuan darurat Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) guna memastikan keselamatan pasukan penjaga perdamaian yang bertugas di zona konflik.

Menurut data resmi PBB, Indonesia termasuk salah satu kontributor terbesar pasukan perdamaian dunia. Keterlibatan TNI dalam misi UNIFIL merupakan bagian dari komitmen Indonesia menjaga stabilitas global sekaligus menjalankan amanat konstitusi untuk ikut serta dalam perdamaian dunia.

Tragedi ini kembali mengingatkan risiko besar yang dihadapi pasukan perdamaian di wilayah rawan konflik. Di balik seragam biru PBB, ada keberanian, dedikasi, dan pengorbanan demi misi kemanusiaan.

(Berbagai Sumber)

Posting Komentar untuk "Dua Prajurit TNI Gugur Saat Kawal Misi UNIFIL di Lebanon, Indonesia Desak Investigasi PBB"