Kalah 0-1 dari Bulgaria, Herdman Kecewa Berat: Seharusnya Kemenangan Milik Indonesia!

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. (Foto: PSSI)
Editor: Damar Pratama


GEBRAK.ID; JAKARTA – Raut kecewa tergambar jelas di wajah pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, usai timnya gagal meraih gelar juara FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (30/3/2026). Indonesia harus mengakui keunggulan Bulgaria dengan skor tipis 0-1 melalui gol penalti Marin Petkov pada menit ke-38. 

Padahal, sepanjang pertandingan, Garuda tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 71 persen.

"Malam ini seharusnya menjadi kemenangan untuk Indonesia. Bulgaria adalah tim peringkat 80 dunia, tetapi menurut saya, malam ini Indonesia bermain lebih baik," ujar Herdman dalam jumpa pers usai pertandingan.

Dominasi tak Berbuah Gol


Statistik berbicara. Indonesia melepaskan enam tembakan, namun hanya satu yang tepat sasaran. Sebaliknya, Bulgaria yang lebih sedikit menguasai bola justru lebih efektif dengan empat tembakan tepat sasaran dari total sembilan percobaan. Herdman pun mengakui pengalaman menjadi pembeda.

"Selamat untuk Bulgaria. Mereka memenangkan pertandingan dan mampu mengelola laga dengan baik—memperlambat tempo, mengontrol ritme. Itu bagus untuk mereka, karena itulah cara memenangkan pertandingan," puji Herdman.

Mistar Gawang Jadi "Musuh"

Ketika ditanya mengapa Indonesia kesulitan mencetak gol, Herdman menjawab dengan nada sedikit frustrasi. "Kalau ditanya kenapa kami tidak mencetak gol, mungkin Anda harus bertanya kepada mistar gawang. Itu hampir menjadi gol kelas dunia dari Ole (Romeny)," ucapnya, merujuk pada tendangan Romeny yang membentur mistar pada menit ke-70. Tak hanya itu, tendangan Rizky Ridho setelahnya juga hanya membentur mistar gawang.

Kekalahan ini terasa menyakitkan, namun Herdman menegaskan akan menjadikannya pelajaran berharga. "Saya yakin para pemain akan belajar dari ini, akan berkembang. Tapi kami kecewa. Rasanya menyakitkan. Sangat menyakitkan," jelasnya.

Calvin Verdonk: Pemain Komplit di Lini Tengah


Di balik kekalahan, Herdman menyoroti penampilan gemilang Calvin Verdonk. Bek naturalisasi yang biasa bermain di Ligue 1 Prancis bersama Lille, ini ditempatkan sebagai gelandang serang dengan peran "nomor 10". Hasilnya, ia tampil impresif dengan kecerdasan taktik, kecepatan, dan visi umpan yang baik.

"Penampilannya malam ini luar biasa. Dia pemain yang komplit. Ia punya kecerdasan taktik, kecepatan, stamina, akselerasi, dan visi umpan yang baik. Dan saya pikir Calvin akan menjadi bagian besar dari masa depan tim ini dalam mengontrol tempo di lini tengah," puji Herdman.

Verdonk sendiri mengaku siap ditempatkan di posisi mana pun. "Saya akan bermain di posisi mana pun yang pelatih mau dan itu tidak masalah," ujarnya di mixed zone.

Optimisme Hubner: Era Baru, Mental Baru

Meski menelan kekalahan, bek Justin Hubner optimistis era John Herdman akan membawa prestasi. Ia melihat adanya perubahan pola pikir yang signifikan di skuad Garuda.

"Saya rasa pelatih sekarang punya pola pikir yang sangat berbeda. Dia benar-benar ingin mendorong kami ke level berikutnya. Saya rasa kami bisa meraih hal-hal bagus bersama staf ini," kata Hubner usai pertandingan.

Dengan satu kemenangan dan satu kekalahan, Garuda mengakhiri FIFA Series 2026 dengan catatan empat gol dan hanya kebobolan satu gol. Kekalahan dari Bulgaria menjadi pahit, tetapi juga menjadi fondasi untuk terus melangkah maju.

(Berbagai Sumber)



Posting Komentar untuk "Kalah 0-1 dari Bulgaria, Herdman Kecewa Berat: Seharusnya Kemenangan Milik Indonesia!"