GEBRAK.ID; JAKARTA – Setelah libur panjang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI memastikan seluruh layanan publik kembali berjalan optimal. Tak sekadar normal, kementerian menargetkan pelayanan yang lebih cepat, responsif, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Momentum pasca-Lebaran dinilai menjadi titik strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan, seiring kembalinya aktivitas masyarakat di berbagai sektor, termasuk pendidikan.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menegaskan bahwa peningkatan mutu layanan menjadi fokus utama.
“Kembalinya aktivitas masyarakat harus diiringi dengan layanan publik yang semakin baik. Kami memastikan seluruh unit kerja siap memberikan layanan yang cepat, mudah diakses, dan berkualitas sekaligus menjaga produktivitas agar kepercayaan masyarakat terus terjaga,” ujar Suharti dalam siaran pers, Sabtu (28/3/2026).
Kanal Digital dan Pengaduan 24 Jam Tetap Aktif
Kemendikdasmen memastikan seluruh kanal layanan, baik tatap muka maupun digital, sudah beroperasi penuh. Sistem pengaduan masyarakat juga tetap aktif dengan mekanisme respons cepat agar setiap aspirasi dapat ditangani secara efektif dan tepat waktu.
Kebijakan ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik yang menegaskan kewajiban penyelenggara negara untuk memberikan layanan yang berkualitas, transparan, dan akuntabel.
Riau: ULT Aktif, SPMB dan TKA Paling Banyak Diakses
Di wilayah Sumatra, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Riau membuka kembali layanan tatap muka melalui Unit Layanan Terpadu (ULT) sejak 25 Maret 2026.
Kepala BPMP Riau, Nilam Suri, menyebut layanan digital tetap siaga 24 jam melalui kanal pesan cepat. “Layanan yang paling banyak diakses saat ini berkaitan dengan informasi SPMB dan Tes Kemampuan Akademik (TKA),” jelasnya.
Selain itu, BPMP Riau juga mengoptimalkan layanan PPID untuk keterbukaan informasi publik serta konseling daring sebagai dukungan psikologis bagi masyarakat. Evaluasi layanan dilakukan secara berkala melalui Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) guna menjaga kualitas pelayanan.
Jawa Timur: UKBI dan Layanan Ahli Bahasa Meningkat
Sementara itu di Jawa Timur (Jatim), Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur memastikan layanan tatap muka dan digital kembali berjalan normal.
Kepala Balai Bahasa Jatim, Puji Retno Hardiningtyas, mengatakan layanan yang paling banyak diakses masyarakat meliputi Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), kerja sama kebahasaan, permohonan narasumber, hingga layanan ahli bahasa.
Optimalisasi dilakukan melalui platform digital seperti Libas-T dan integrasi laman resmi dengan admin narahubung guna mempercepat respons.
“Kami memastikan layanan tetap berjalan efektif, efisien, dan responsif,” ujar Puji.
UKBI merupakan instrumen resmi pengujian kemahiran berbahasa Indonesia yang dikembangkan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Kalimantan Barat: Layanan GTK dan Digitalisasi Diperkuat
Dari Kalimantan Barat, Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Kalimantan Barat melaporkan layanan konsultasi terkait Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) menjadi yang paling banyak diakses.
Sistem piket harian diterapkan pada Unit Layanan Terpadu untuk memastikan layanan tatap muka tetap optimal. Kanal digital seperti laman resmi, media sosial, dan WhatsApp juga dimaksimalkan agar respons lebih cepat dan konsisten.
Sementara itu, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat menegaskan seluruh pegawai telah kembali bekerja penuh tanpa skema Work From Anywhere (WFA). Konsolidasi internal dilakukan untuk memastikan program prioritas seperti penguatan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan digitalisasi satuan pendidikan tetap berjalan sesuai jadwal.
Penguatan layanan juga dilakukan melalui webinar, media sosial, serta platform terintegrasi Lawarkan Kalbar agar masyarakat di wilayah terpencil tetap terlayani.
Sinergi Luring dan Daring Jadi Kunci
Kemendikdasmen menekankan bahwa pasca-Lebaran bukan sekadar kembalinya rutinitas kerja, melainkan kesempatan untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik secara menyeluruh.
Sinergi antara layanan luring (tatap muka) dan daring (digital) menjadi strategi utama untuk menjangkau masyarakat lebih luas, sekaligus menjaga efisiensi dan transparansi layanan.
Prinsip ini juga sejalan dengan praktik tata kelola pelayanan publik berbasis digital yang direkomendasikan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dalam penguatan reformasi birokrasi nasional.
Dengan komitmen tersebut, Kemendikdasmen memastikan setiap kebutuhan masyarakat di bidang pendidikan—mulai dari SPMB, TKA, UKBI, hingga layanan GTK—dapat terlayani secara optimal, cepat, dan profesional.
(Sumber: Biro Komunikasi dan Humas Masyarakat (BKHM) Sekjen Kemendikdasmen)

Posting Komentar untuk "Usai Lebaran 2026, Kemendikdasmen Pastikan Layanan Publik Kembali Normal dan Makin Responsif"