GEBRAK.ID; TANGERANG SELATAN – Inovasi digital Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali mendapat pengakuan nasional. Melalui peranti lunak Dasbor Anak Tidak Sekolah (ATS), Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen berhasil masuk jajaran finalis Top Inovasi KIPP 2025 yang digelar Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menyatakan bahwa kehadiran Dasbor ATS menjadi langkah strategis dalam memastikan hak pendidikan setiap anak terpenuhi.
“Data yang akurat adalah kunci. Dengan Dasbor ATS, kami ingin memastikan setiap anak terjangkau layanan pendidikan. Ini bagian dari penguatan tata kelola pendidikan berbasis data,” ujar Suharti, Rabu (1/4/2026).
Kepala Pusdatin Kemendikdasmen, Yudhistira Nugraha, menjelaskan bahwa inovasi ini bukan sekadar sistem pelaporan, melainkan instrumen transparansi dan pelayanan publik. Dasbor tersebut memetakan data real time anak tidak sekolah di seluruh Indonesia, mencakup kategori Belum Pernah Bersekolah (BPB), Drop Out (DO), dan Lulus Tidak Melanjutkan (LTM).
Berdasarkan pembaruan per 1 April 2026, jumlah Anak Tidak Sekolah tercatat 3.966.858 anak, terdiri atas 1.913.633 BPB, 986.755 DO, dan 1.066.470 LTM. Data ini dihimpun melalui integrasi Dapodik dan EMIS, termasuk kolaborasi lintas kementerian seperti Kementerian Agama, Kementerian Perindustrian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, hingga Kementerian Ketenagakerjaan.
“Dasbor ATS dibangun untuk menciptakan ekosistem pendidikan berbasis data, sehingga pemerintah pusat, daerah, hingga desa bisa mengambil kebijakan yang tepat sasaran,” kata Yudhistira.
Proses verifikasi dilakukan berjenjang. Sekolah asal wajib memvalidasi status peserta didik tidak aktif, sementara perpindahan siswa diverifikasi melalui aplikasi VervalPD. Bahkan, operator desa dan kelurahan dapat mengakses data melalui Jaringan Pengelola Data Pendidikan untuk memperkuat intervensi di tingkat lokal.
Kebijakan ini sejalan dengan prinsip reformasi birokrasi berbasis digital yang didorong pemerintah. Transparansi data dinilai menjadi fondasi penting dalam menekan angka putus sekolah dan meningkatkan partisipasi pendidikan nasional.
Penghargaan Top Inovasi KIPP merupakan ajang evaluasi inovasi pelayanan publik tingkat kementerian dan lembaga. Masuknya Dasbor ATS sebagai finalis menandai komitmen Kemendikdasmen dalam menghadirkan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy).
“Pengakuan ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi demi pendidikan bermutu untuk semua,” pungkas Yudhistira.
(BKHM Setjen Kemendikdasmen)

Posting Komentar untuk "Dasbor "Anak Tidak Sekolah" Inovasi dari Kemendikdasmen Tembus Finalis Top Inovasi KIPP 2025"