Editor: Endro Yuwanto
Antusiasme tinggi terlihat di berbagai wilayah, termasuk di Provinsi Papua, saat pelaksanaan TKA SMP 2026. (Foto: BKHM Setjen Kemendikdasmen)
GEBRAK.ID; JAKARTA – Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP tahun 2026 menghadirkan kejutan. Alih-alih menjadi momok yang menegangkan, asesmen ini justru menuai respons positif dari siswa di berbagai daerah.
Dari Papua hingga Jakarta, peserta mengaku soal masih relevan dengan materi sekolah dan bisa dikerjakan dengan tenang.
Pelaksanaan TKA yang berlangsung selama sepekan mengusung semangat “Jujur dan Gembira”. Hasilnya terlihat dari tingginya tingkat kehadiran peserta yang nyaris sempurna di sejumlah daerah.
Papua 100 Persen Hadir
Di SMP Negeri 1 Sentani, Papua, sebanyak 296 siswa mengikuti TKA dengan tingkat kehadiran mencapai 100 persen. Capaian ini menunjukkan kesiapan sekolah dan peserta didik dalam menghadapi asesmen nasional tersebut.
Gloria El A.K. Joteni, salah satu peserta, mengaku sempat diliputi rasa gugup sebelum ujian dimulai. Namun, kekhawatiran itu sirna saat mulai mengerjakan soal.
“Awalnya saya sedikit gugup, tapi setelah mulai mengerjakan ternyata soal-soal TKA tidak sesulit yang dibayangkan. Kami juga sudah rutin latihan dan pendalaman materi,” ujar Gloria.
Pengalaman serupa dirasakan siswa di ibu kota.
Siswa Jakarta: Lebih dari Sekadar Tes
Di SMP Negeri 239 Jakarta, Arya Dwi Putra menyebut TKA sebagai pengalaman yang bukan sekadar ujian formalitas.
“TKA bukan hanya tes, tapi cara untuk mengetahui sejauh mana kemampuan saya dalam bidang akademik,” katanya.
Sementara itu, Jihan, siswa lainnya, menilai soal yang diujikan masih sejalan dengan materi yang dipelajari di kelas. “Soalnya sesuai dengan yang kami pelajari. Jadi bisa dikerjakan dengan baik,” jelasnya.
Menurut para siswa, kunci menghadapi TKA adalah ketelitian membaca soal dan menjaga fokus selama ujian berlangsung.
Cimahi Lancar, Soal Dinilai Relevan
Di Kota Cimahi, Jawa Barat, pelaksanaan TKA juga berjalan tertib. Tingkat kehadiran peserta mendekati 100 persen dengan dukungan proktor, teknisi, dan pengawas.
Rayhan, siswa SMP Negeri 4 Cimahi, mengaku tidak menemukan kendala berarti saat ujian. “Soal TKA sangat mudah, asal dibaca lebih teliti,” ujarnya.
Zafiar, peserta lainnya, menyebut waktu pengerjaan cukup dan materi yang diujikan masih relevan dengan pembelajaran sebelumnya.
Bagian dari Evaluasi Nasional
Pelaksanaan TKA merupakan bagian dari sistem evaluasi akademik yang dikembangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk memotret capaian belajar siswa secara lebih terukur.
Sejumlah kebijakan asesmen nasional menekankan bahwa evaluasi bukan sekadar alat seleksi, melainkan instrumen untuk memperbaiki kualitas pembelajaran. Prinsip ini juga ditegaskan dalam berbagai rujukan akademik yang menyebut asesmen formatif dan sumatif harus memberikan umpan balik yang konstruktif bagi peserta didik.
Dengan pelaksanaan yang relatif lancar dan respons positif dari siswa, TKA SMP 2026 dinilai mampu menjadi pengalaman belajar yang membangun rasa percaya diri.
Antusiasme siswa dari berbagai daerah menjadi indikator bahwa ujian tidak selalu identik dengan tekanan. Jika dipersiapkan dengan baik dan dirancang sesuai kurikulum, asesmen justru bisa menjadi ruang refleksi sekaligus penguat semangat belajar.
(BKHM Setjen Kemendikdasmen)
Posting Komentar untuk "TKA SMP 2026 Bikin Siswa Ketagihan Ujian? Dari Papua hingga Jakarta, Peserta Mengaku Soal tak Sesulit Bayangan"