ASEAN–SEAMEO Luncurkan Roadmap PAUD 2026–2030, Mendikdasmen: Investasi Anak Usia Dini Fondasi Asia Tenggara

Kemendikdasmen bersama Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) dan Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) resmi meluncurkan ASEAN–SEAMEO Joint Roadmap on Early Childhood Care and Education (ECCE) 2026–2030 di Jakarta, Kamis (9/4/2026. (Foto: BKHM Setjen Kemendikdasmen)
Editor: Endro Yuwanto

GEBRAK.ID; JAKARTA – Komitmen memperkuat pendidikan anak usia dini (PAUD) di kawasan Asia Tenggara memasuki babak baru. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) dan Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) resmi meluncurkan ASEAN–SEAMEO Joint Roadmap on Early Childhood Care and Education (ECCE) 2026–2030.

Dokumen strategis ini digadang-gadang bukan sekadar peta arah kebijakan, melainkan panduan aksi bersama untuk memperluas akses dan meningkatkan kualitas layanan PAUD di seluruh Asia Tenggara.

“Bukan Sekadar Dokumen”

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menyatakan bahwa roadmap tersebut lahir dari semangat kolektif negara-negara kawasan untuk memperkuat layanan pendidikan anak usia dini secara terintegrasi dan berkelanjutan.

“Peta jalan ini bukan sekadar dokumen, melainkan sebuah ajakan untuk bertindak bersama. Dokumen ini mengajak kita memperkuat kebijakan, memperdalam kemitraan, memobilisasi sumber daya, serta terus belajar satu sama lain,” ujar Mendikdasmen Mu’ti di Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Mendikdasmen menekankan, investasi pada anak usia dini merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang inklusif, tangguh, dan sejahtera.

“Marilah kita melangkah bersama dengan visi dan komitmen yang sama untuk memastikan setiap anak di Asia Tenggara mendapatkan akses terhadap layanan pendidikan anak usia dini yang berkualitas,” jelas Mendikdasmen.

Kolaborasi Jadi Kunci

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikdasmen, Suharti, menilai kolaborasi multipihak menjadi elemen paling krusial dalam implementasi roadmap ini. Menurutnya, kawasan Asia Tenggara akan semakin stabil dan sejahtera ketika generasi mudanya mendapatkan pengasuhan dan pendidikan yang holistik sejak dini.

Sementara itu, Deputy Secretary-General of ASEAN for ASEAN Socio-Cultural Community, San Lwin, menyebut pendidikan anak usia dini sebagai investasi strategis jangka panjang.

“Semoga peta jalan ini menjadi katalis komitmen bersama untuk memastikan setiap anak di ASEAN tidak hanya mendapatkan awal kehidupan yang baik, tetapi juga kesempatan yang sama untuk meraih keberhasilan,” ujar San Lwin.

Roadmap ini menitikberatkan pada tiga fokus utama: perluasan akses layanan PAUD, integrasi lintas sektor (pendidikan, kesehatan, dan perlindungan anak), serta harmonisasi kebijakan dan kemitraan regional.

Dukungan Daerah dan Mitra Pembangunan

Implementasi roadmap tak hanya bertumpu pada pemerintah pusat. Pemerintah daerah juga mengambil peran strategis.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wahid Suryono, menyatakan dokumen tersebut akan menjadi rujukan dalam pengembangan PAUD di wilayahnya. Salah satu langkah konkret yang telah dijalankan adalah program Rintisan Sekolah PAUD Gratis untuk membantu keluarga kurang mampu.

Program ini sekaligus mendukung kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun yang menempatkan PAUD sebagai fondasi awal pendidikan formal.

Dari kalangan mitra pembangunan, Tanoto Foundation melalui Head of Policy and Advocacy, Eddy Henry, menyatakan komitmennya untuk terus mendukung penguatan layanan PAUD melalui kolaborasi lintas negara dan lintas sektor.

Sejalan Agenda Global

Secara global, penguatan PAUD selaras dengan target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 4 tentang Pendidikan Berkualitas. UNESCO dalam berbagai laporannya menegaskan bahwa investasi pada pendidikan anak usia dini memberikan dampak signifikan terhadap kesiapan belajar, capaian akademik jangka panjang, hingga produktivitas ekonomi suatu negara.

Bank Dunia juga mencatat bahwa setiap investasi pada pengembangan anak usia dini berpotensi menghasilkan pengembalian sosial dan ekonomi yang tinggi dalam jangka panjang.

Dengan peluncuran ASEAN–SEAMEO Joint Roadmap ECCE 2026–2030, negara-negara Asia Tenggara diharapkan mampu mempercepat peningkatan capaian perkembangan anak, mengurangi kesenjangan akses layanan, dan memperkuat fondasi sumber daya manusia yang inklusif dan berkelanjutan.

Kolaborasi, bukan kerja sendiri-sendiri, menjadi kata kunci menuju masa depan generasi emas Asia Tenggara.

(BKHM Setjen Kemendikdasmen)

Posting Komentar untuk "ASEAN–SEAMEO Luncurkan Roadmap PAUD 2026–2030, Mendikdasmen: Investasi Anak Usia Dini Fondasi Asia Tenggara"