![]() |
| Ilustrasi barcode platform MyPertamina. (Foto: tangkapan layar) |
GEBRAK.ID; JAKARTA -- Masyarakat yang ingin membeli BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar kini wajib memiliki QR Code atau barcode Subsidi Tepat dari MyPertamina. Barcode tersebut digunakan untuk memastikan penyaluran BBM subsidi tepat sasaran sesuai aturan pemerintah dan Pertamina.
Namun, tidak semua pendaftar langsung lolos verifikasi. Banyak pengguna mengeluhkan pengajuan barcode ditolak atau proses verifikasinya tidak kunjung selesai.
Program Subsidi Tepat mewajibkan pemilik kendaraan mendaftarkan data diri dan kendaraan melalui aplikasi atau situs resmi MyPertamina. Setelah lolos verifikasi, pengguna akan mendapatkan QR Code yang dipakai saat mengisi BBM subsidi di SPBU.
Langkah Daftar Barcode Pertamina
Pendaftaran barcode BBM subsidi dapat dilakukan melalui aplikasi MyPertamina maupun situs resmi Subsidi Tepat. Berikut tahapan umumnya:
1. Membuat akun MyPertamina menggunakan NIK, email, dan nomor telepon aktif.
2. Melakukan aktivasi akun melalui email atau kode OTP.
3. Mengisi data kendaraan sesuai STNK.
4. Mengunggah dokumen persyaratan.
5. Menunggu proses verifikasi dari Pertamina.
Adapun dokumen yang biasanya diminta meliputi:
1. KTP pemilik kendaraan
2. STNK kendaraan
3. Foto kendaraan tampak depan, samping, dan belakang
4. Foto KIR untuk kendaraan tertentu
5. Surat rekomendasi untuk pengguna khusus seperti UMKM atau petani.
Pertamina menyebut proses verifikasi dapat memakan waktu sekitar 3 hingga 14 hari kerja tergantung kelengkapan dan kecocokan data.
3 Penyebab Daftar Barcode Pertamina Ditolak
1. Data Kendaraan Tidak Sesuai
Salah satu penyebab paling umum adalah data kendaraan yang diinput tidak sesuai dengan STNK atau database resmi. Misalnya nomor polisi salah, nama pemilik berbeda, atau data pajak kendaraan belum diperbarui.
Pertamina juga melakukan pencocokan data dengan database kendaraan dan Dukcapil. Jika ditemukan ketidaksesuaian, pengajuan bisa ditolak atau diminta verifikasi ulang.
2. Dokumen Foto Buram atau Tidak Lengkap
Banyak pengguna gagal lolos verifikasi karena foto KTP, STNK, atau kendaraan tidak jelas. Foto yang gelap, buram, terpotong, atau tidak memperlihatkan pelat nomor kendaraan membuat sistem sulit membaca data.
Karena itu, pengguna disarankan memfoto dokumen di tempat terang dan memastikan seluruh tulisan terlihat jelas sebelum diunggah.
3. Kendaraan Tidak Memenuhi Kriteria BBM Subsidi
Tidak semua kendaraan berhak mendapatkan BBM subsidi. Pemerintah dan Pertamina mulai memperketat kriteria penerima, termasuk berdasarkan kapasitas mesin kendaraan.
Mobil dengan kapasitas mesin besar berpotensi tidak lolos program Subsidi Tepat dan otomatis tidak mendapatkan barcode untuk membeli Pertalite.
Selain itu, sistem juga dapat memblokir atau melakukan verifikasi ulang apabila terdeteksi transaksi mencurigakan, seperti pengisian berulang dalam waktu singkat atau penggunaan QR Code di banyak SPBU berbeda.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Barcode Ditolak?
Pengguna dapat melakukan pendaftaran ulang dengan memperbaiki data dan dokumen yang sebelumnya bermasalah. Pertamina juga menyediakan helpdesk dan layanan Contact Center 135 untuk membantu kendala QR Code Subsidi Tepat.
Jika QR Code tidak muncul atau hilang, pengguna dapat menghapus data kendaraan lalu melakukan registrasi ulang melalui situs Subsidi Tepat MyPertamina.
(berbagai sumber)
