Editor: Devona R
GEBRAK.ID; JAKARTA — Sebuah terobosan di luar nalar hadir di ibu kota Uni Emirat Arab (UEA). Abu Dhabi resmi mengoperasikan jalan setapak luar ruangan ber-AC pertama di dunia, sebuah koridor futuristik yang memungkinkan pejalan kaki menikmati suhu sejuk 24 derajat celsius, meski suhu di luar mencapai lebih dari 45 derajat celsius.
Berlokasi di kawasan Al Nahyan, tepatnya di dekat gedung Al Mamoura, jalur sepanjang 70 meter ini dilengkapi dengan sistem pendingin canggih yang tertanam di bawah lantai . Proyek percontohan yang diinisiasi oleh Departemen Kota dan Transportasi (DMT) ini dirancang untuk mengubah kebiasaan warga agar lebih banyak berjalan kaki di tengah iklim gurun yang ekstrem .
Bukan Sekadar Terowongan Biasa
Berbeda dengan lorong ber-AC pada umumnya, jalur ini memadukan teknologi dan estetika. Desain atap yang khusus tidak hanya menyaring sinar matahari alami agar tetap masuk, tetapi juga berfungsi mengunci udara dingin agar tidak keluar .
"Sinar matahari alami tetap bisa masuk namun panasnya tidak," ujar Hamda Al Hashemi, Direktur Divisi Desain Perkotaan DMT, menjelaskan mekanisme atap tersebut, belum lama ini.
Selain pengaturan suhu, kenyamanan pejalan kaki juga didukung oleh dinding peredam suara canggih. Teknologi ini secara efektif meredam kebisingan lalulintas kota maupun suara dari unit pendingin udara, menciptakan suasana yang tenang dan damai di tengah hiruk pikuk kota .
Kenyamanan Penuh dengan Sentuhan Ritel
Jalur ini tidak hanya berfungsi sebagai akses berpindah dari titik A ke B. Koridor tersebut dirancang sebagai ruang hidup (living space) yang dilengkapi dengan gerai ritel, kafe, dan area tempat duduk luar ruangan. Kini, warga dan turis dapat bersantap atau bekerja di luar ruangan tanpa memedulikan musim panas yang menyengat .
Proyek ini merupakan bagian dari visi besar Abu Dhabi untuk menjadi kota yang ramah pejalan kaki (walkable city). Al Mamoura dipilih sebagai lokasi uji coba karena kawasan tersebut sudah memiliki tingkat pejalan kaki yang tinggi dari perkantoran dan area pemukiman di sekitarnya .
"Menciptakan ruang publik yang nyaman adalah kunci untuk mendorong gaya hidup aktif dan sehat," ujar Dr. Rahaf Ajaj, Ketua Departemen Kesehatan Lingkungan dan Masyarakat di Universitas Abu Dhabi, kepada Aletihad News Center. Ia menambahkan bahwa inisiatif ini dapat mengurangi masalah kesehatan seperti obesitas dan penyakit jantung yang sering dikaitkan dengan gaya hidup sedentari .
Rencana Masa Depan
Meski saat ini masih menggunakan sistem pendingin konvensional, DMT berencana mengintegrasikan energi surya dan teknologi ramah lingkungan pada pengembangan koridor serupa di masa depan .
Jika proyek percontohan di Al Nahyan ini sukses, pihak berwenang UEA berencana memperluas konsep "jalan raya ber-AC" ini ke lebih banyak ruang publik di seluruh kota
(Berbagai sumber)
