Arab Saudi Klaim Haji 2026 Berjalan Sukses, Layani Lebih dari 1,7 Juta Jamaah dari 165 Negara

Penyelenggaraan ibadah haji di Tanah Suci. (Foto ilustrasi: Pixabay)
Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID; MAKKAH – Pemerintah Arab Saudi menyatakan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah atau Haji 2026 berlangsung sukses dengan dukungan sistem keamanan, layanan, dan pengelolaan yang terintegrasi. Keberhasilan tersebut dinilai menjadi bukti kesiapan Kerajaan Saudi dalam melayani jutaan umat Muslim dari berbagai penjuru dunia yang datang menunaikan rukun Islam kelima.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Gubernur Wilayah Makkah, Pangeran Saud bin Mishaal bin Abdulaziz, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Tetap Haji dan Umrah. Menjelang berakhirnya musim haji, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah tahunan terbesar umat Islam tersebut.

Menurut Pangeran Saud, seluruh rangkaian ibadah berjalan dengan lancar berkat koordinasi yang kuat antara berbagai lembaga pemerintah, petugas keamanan, tenaga kesehatan, serta penyedia layanan bagi jamaah.

"Musim haji tahun ini didukung oleh sistem keamanan, organisasi, dan layanan yang terintegrasi sehingga para jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman," ujarnya dalam pernyataan resmi yang disiarkan pada Jumat (29/5/2026).

Meski demikian, Pangeran Saud menegaskan keberhasilan penyelenggaraan haji bukanlah akhir dari tugas pemerintah Arab Saudi. Sebaliknya, capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan bagi umat Muslim yang datang ke Tanah Suci pada tahun-tahun mendatang.

Data resmi otoritas statistik Arab Saudi menunjukkan jumlah jamaah haji tahun ini mencapai 1.707.301 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.546.655 jamaah berasal dari 165 negara, sementara 160.646 jamaah merupakan warga yang berdomisili di Arab Saudi.

Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan musim haji 2025 yang mencatat sekitar 1,67 juta jamaah. Namun, angka itu masih berada di bawah capaian tahun 2024 yang menembus lebih dari 1,83 juta jamaah.

Rangkaian ibadah haji dimulai pada 25 Mei 2026 ketika para jamaah bergerak menuju Mina. Selanjutnya mereka menjalani berbagai tahapan utama ibadah haji, mulai dari wukuf di Arafah yang menjadi puncak haji, bermalam di Muzdalifah, melempar jumrah di Mina, hingga melaksanakan tawaf wada atau tawaf perpisahan di Masjidil Haram, Makkah.

Selama pelaksanaan ibadah, pemerintah Arab Saudi mengerahkan berbagai fasilitas pendukung, termasuk layanan kesehatan, transportasi, pengamanan, serta sistem pemantauan berbasis teknologi untuk mengelola pergerakan jutaan jamaah di lokasi-lokasi utama haji.

Dalam beberapa tahun terakhir, Arab Saudi juga terus berinvestasi dalam pengembangan infrastruktur dan digitalisasi layanan haji sebagai bagian dari program modernisasi yang bertujuan meningkatkan kenyamanan dan keselamatan jamaah.

Dengan berakhirnya rangkaian ibadah pada Sabtu, musim haji 2026 menjadi salah satu penyelenggaraan terbesar pascapandemi yang menunjukkan tingginya minat umat Muslim dunia untuk kembali menunaikan ibadah di Tanah Suci.

(Sumber: Anadolu)