
Dua jet tempur Angkatan Laut AS bertabrakan dan meledak saat air show di Idaho. (Foto: X.com)
Editor: A. Rayyan K
GEBRAK.ID; LOS ANGELES – Detik-detik menegangkan sekaligus dramatis terjadi dalam gelaran Gunfighter Skies Air Show di Pangkalan Angkatan Udara Mountain Home, Idaho, Amerika Serikat, Minggu (18/5/2026). Dua jet tempur EA-18G Growler milik Angkatan Laut AS bertabrakan di udara, namun keajaiban terjadi: seluruh awak berhasil melontarkan diri dan mendarat selamat.
Insiden mengerikan itu terekam jelas dalam video amatir yang viral di media sosial. Rekaman menunjukkan kedua jet saling bersenggolan dan berputar tak terkendali di udara sebelum akhirnya menghujam tanah. Tak lama kemudian, ledakan dahsyat dan kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi dari lokasi jatuhnya pesawat.
Namun di tengah kepanikan, empat titik putih terlihat melayang turun perlahan. Itu adalah parasut para pilot dan perwira sistem persenjataan yang berhasil melakukan ejeksi tepat beberapa detik sebelum kedua jet tempur itu hancur berkeping-keping.
"Petugas tanggap darurat berada di lokasi, penyelidikan sedang berlangsung dan rincian lebih lanjut akan dirilis ketika tersedia," demikian pernyataan resmi panitia Gunfighter Skies Air Show yang diunggah di situs resmi mereka, dikutip Senin (19/5/2026).
Jet Tempur Canggih, Misi Penuh Risiko
EA-18G Growler adalah varian khusus dari F/A-18F Super Hornet yang dirancang untuk misi peperangan elektronik. Pesawat ini bukan sekadar jet tempur biasa—ia adalah "pakar gangguan sinyal" di udara, mampu mendeteksi dan melumpuhkan sistem radar lawan. Harganya pun selangit, mencapai sekitar 68 juta dolar AS per unit atau setara Rp1,1 triliun.
Komandan Amelia Umayam, juru bicara Angkatan Udara Angkatan Laut Armada Pasifik AS, mengonfirmasi kepada KOMO News bahwa kedua jet tersebut berasal dari Skuadron Peperangan Elektronik yang bermarkas di Whidbey Island, Washington. "Seluruh empat awak berhasil melontarkan diri dengan selamat," tegasnya.
Tabrakan terjadi sekitar dua mil di barat laut pangkalan. Akibat insiden ini, pertunjukan udara langsung dihentikan dan pangkalan ditutup sementara. Tim investigasi segera diterjunkan untuk mengungkap penyebab pasti tabrakan dua pesawat yang seharusnya terbang dalam formasi terkoordinasi itu.
Hingga berita ini diturunkan, upaya menghubungi pihak pangkalan untuk meminta komentar lebih lanjut belum berhasil. Satu hal yang pasti: insiden ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap aksi memukau di pertunjukan udara, selalu ada risiko tinggi yang siap mengintai.
(Sumber: KOMO News)