Harga Baterai Jaecoo J5 EV Tembus Rp174 Juta, Hampir Setara Mobil Baru LCGC

Harga baterai untuk mobil listrik Jaecoo J5 EV mencapai sekitar Rp174 juta atau hampir setengah dari harga mobilnya sendiri. (Foto: Jaecoo) 

Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID; JAKARTA--Biaya penggantian baterai mobil listrik masih menjadi perhatian utama calon konsumen kendaraan listrik di Indonesia. Hal itu kembali mencuat setelah terungkap harga baterai untuk mobil listrik Jaecoo J5 EV yang mencapai sekitar Rp174 juta atau hampir setengah dari harga mobilnya sendiri.

Informasi tersebut diungkap langsung oleh Head of Marketing Jaecoo Indonesia, Mohamad Ilham Pratama, Senin (25/5/2026). Ia menjelaskan bahwa estimasi biaya penggantian baterai Jaecoo J5 EV memang berada di kisaran Rp170 jutaan apabila dilakukan di luar garansi. Ini hampir setara dengan harga mobil baru bahan bakar bensin kelas Low Cost Green Car (LCGC). 

Sebagai gambaran, harga resmi Jaecoo J5 EV di Indonesia saat ini berada di rentang Rp249,9 juta hingga Rp309,9 juta tergantung varian. Dengan demikian, biaya baterainya mencapai lebih dari separuh harga kendaraan baru. 

Ilham menegaskan konsumen sebenarnya tidak perlu terlalu khawatir karena baterai sudah mendapat perlindungan garansi panjang dari pabrikan. Jaecoo memberikan garansi baterai hingga delapan tahun untuk penggunaan normal. 

Menurutnya, apabila terjadi kerusakan yang masih masuk cakupan garansi, proses penggantian baterai akan ditangani sepenuhnya oleh pihak perusahaan. Mulai dari administrasi hingga penggantian komponen diklaim dapat selesai dalam waktu satu sampai dua hari tergantung ketersediaan stok. 

Kenapa Harga Baterai Mobil Listrik Mahal?

Baterai memang menjadi komponen paling mahal dalam kendaraan listrik. Pada mobil listrik modern, baterai bisa menyumbang sekitar 30-40 persen dari total biaya produksi kendaraan.

Jaecoo J5 EV sendiri menggunakan baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) berkapasitas 60,9 kWh. Baterai ini mampu membawa SUV listrik tersebut melaju hingga 461 kilometer berdasarkan pengujian NEDC. 

Selain kapasitas besar, baterai tersebut juga sudah mendukung fitur fast charging. Pengisian daya dari 30 persen ke 80 persen diklaim hanya membutuhkan waktu sekitar 27-28 menit. 

Teknologi baterai LFP dikenal memiliki daya tahan cukup baik dibanding jenis baterai lain. Berdasarkan data Geotab yang dikutip sejumlah media otomotif, degradasi baterai mobil listrik rata-rata hanya sekitar 1-2 persen per tahun dalam penggunaan normal. 

Jaecoo J5 EV Sedang Naik Daun di Indonesia

Meski biaya penggantian baterainya tergolong mahal, minat masyarakat terhadap Jaecoo J5 EV tetap tinggi. Mobil ini cukup menarik perhatian karena menawarkan kombinasi harga relatif terjangkau dengan fitur modern ala SUV premium.

Beberapa fitur unggulan yang ditawarkan antara lain panoramic sunroof, ADAS, kamera 360 derajat, serta fitur Vehicle-to-Load (V2L) yang memungkinkan mobil menjadi sumber listrik untuk perangkat elektronik eksternal. 

Jaecoo juga mengklaim J5 EV dirancang sebagai “real SUV” dengan ground clearance 200 mm dan kemampuan menerjang genangan hingga 450 mm. 

Di tengah meningkatnya tren kendaraan listrik di Indonesia, tingginya harga baterai masih menjadi tantangan besar industri EV. Namun produsen berharap perkembangan teknologi dan produksi massal ke depan bisa membuat harga baterai semakin murah.

(berbagai sumber)