GEBRAK.ID; JAKARTA – Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 tidak hanya mencatat tingginya persaingan masuk perguruan tinggi negeri (PTN), tetapi juga menjadi momentum perubahan besar dalam sistem pengawasan ujian nasional berbasis teknologi.
Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) mengumumkan sebanyak 256.369 peserta berhasil lolos SNBT 2026 dari total 871.496 pendaftar di seluruh Indonesia. Dengan daya tampung 286.864 kursi di 145 PTN, tingkat kelulusan tahun ini hanya berada di angka 29,42 persen.
Di balik ketatnya persaingan tersebut, pemerintah menyoroti keberhasilan sistem seleksi yang dinilai semakin modern, transparan, dan minim kecurangan.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, mengatakan penyelenggaraan SNBT 2026 menjadi salah satu pelaksanaan seleksi nasional paling ketat dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut Brian, panitia melakukan berbagai evaluasi dari pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya untuk memperkuat sistem pengawasan selama UTBK berlangsung.
“Pada tahun ini panitia seleksi SNPMB telah mampu mendeteksi dan mencegah kecurangan dengan sangat baik,” ujar Brian dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (25/5/2026).
Brian menjelaskan sejumlah teknologi diterapkan untuk menekan potensi pelanggaran selama ujian berlangsung. Mulai dari pengetatan standar operasional pengawasan, penggunaan alat pendeteksi logam, hingga teknologi pengenal wajah atau face recognition berbasis kecerdasan buatan (AI).
Langkah tersebut dinilai efektif untuk meminimalkan praktik perjokian maupun penggunaan perangkat ilegal saat ujian berlangsung.
Brian menilai meningkatnya animo masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tinggi juga menjadi sinyal positif bagi masa depan Indonesia. Tingginya jumlah peserta disebut menunjukkan kepercayaan publik terhadap sistem pendidikan nasional masih sangat besar.
“Tentu ini kabar baik. Semakin banyak anak muda yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi, semakin besar pula peluang bangsa kita menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045,” kata Brian.
Ribuan Penerima KIP Kuliah Lolos PTN
Selain soal sistem seleksi, capaian lain yang mendapat perhatian adalah tingginya jumlah peserta penerima bantuan pendidikan yang berhasil lolos tahun ini.
Panitia mencatat sebanyak 86.118 peserta penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dinyatakan lolos SNBT 2026. Jumlah tersebut setara dengan 33,59 persen dari total peserta yang diterima.
Tak hanya itu, SNBT 2026 juga membuka akses lebih luas bagi peserta difabel. Sebanyak 69 peserta difabel yang terdiri dari tunanetra, tunarungu, tunadaksa, hingga tunawicara berhasil lolos seleksi masuk PTN.
Capaian tersebut dinilai menjadi indikator bahwa sistem seleksi nasional mulai bergerak menuju pendidikan yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Eduart Wolok, mengingatkan peserta yang dinyatakan lolos agar segera melakukan registrasi ulang sesuai jadwal masing-masing kampus tujuan.
Sementara bagi peserta yang belum berhasil, Eduart meminta agar tidak kehilangan semangat karena masih tersedia peluang melalui jalur mandiri yang dibuka berbagai PTN. “Peserta yang belum lulus masih memiliki kesempatan untuk berjuang melalui seleksi jalur mandiri,” ujarnya.
Pengumuman hasil SNBT 2026 dapat diakses melalui portal resmi SNPMB dan laman mirror milik 45 PTN mitra di seluruh Indonesia.
Tingginya minat peserta, penggunaan teknologi AI, hingga meningkatnya akses bagi kelompok kurang mampu dan difabel membuat SNBT 2026 dinilai menjadi salah satu transformasi penting dalam sistem seleksi masuk perguruan tinggi di Indonesia.
(Sumber: SNPMB)
