Jejak 15 Negara di Bawah Bayang-Bayang Ancaman Militer Trump Selama Jadi Presiden AS

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (Foto: Anadolu)
Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID – Gaya diplomasi "tongkat pemukul" seolah telah menjadi ciri khas yang tak terpisahkan dari kepemimpinan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Di tengah konstelasi global yang sedang bergolak, sebuah laporan investigasi terkini mengungkap fakta yang cukup mengejutkan: selama menjabat, Trump tercatat pernah mengancam, membuka peluang serangan, atau bahkan benar-benar melancarkan aksi militer ke sedikitnya 15 negara.

Angka ini setara dengan satu dari setiap 13 negara yang ada di muka bumi. Laporan yang dirilis oleh CNN tersebut menyebut daftar terbaru itu bertambah panjang setelah Oman menjadi "korban" retorika pedas Trump pada Rabu (27/5/2026).

Dalam rapat kabinet di Gedung Putih, Trump dengan nada santai namun keras melontarkan peringatan bahwa Oman akan "diledakkan" oleh militer AS jika negeri itu nekat bekerja sama dengan Iran menguasai Selat Hormuz. 

"Oman akan bersikap seperti negara lain, atau kami harus menghancurkan mereka," ujar Trump mencerminkan pola kebijakan luar negeri yang mengandalkan gertakan kekuatan militer sebagai alat negosiasi utama.

Peta Agresi: dari Timur Tengah hingga Amerika Latin


Laporan tersebut merinci bahwa hampir seluruh insiden ancaman itu terjadi hanya dalam 16 bulan pertama masa jabatan kedua Trump. Pada periode ini, militer AS telah melancarkan serangan langsung di tujuh negara: Iran, Irak, Nigeria, Somalia, Suriah, Venezuela, dan Yaman. 

Angka ini belum termasuk operasi penenggelaman hampir 60 kapal yang diduga terkait narkotika di perairan Karibia dan Pasifik yang menewaskan lebih dari 190 jiwa.

Selain aksi serangan, daftar ancaman diplomatik Trump juga menyasar negara-negara yang secara historis dekat dengan AS. Kanada, Meksiko, Kolombia, Kuba, Panama, hingga wilayah otonom Denmark, Greenland, tidak luput dari kemungkinan intervensi militer.

"Ini adalah pola yang sangat ekspansif. Trump tidak hanya menggunakan ancaman militer untuk memerangi terorisme, tetapi juga untuk memaksa konsesi ekonomi dan teritorial," tulis laporan CNN tersebut, seraya menyoroti komentar Trump mengenai aneksasi Terusan Panama atau pengambilalihan Greenland.

Melampaui Batas Terorisme


Analis geopolitik yang enggan disebutkan namanya menilai, pendekatan ini sangat kontras dengan presiden-presiden AS sebelumnya. Jika pada masa jabatan pertama ancaman lebih terfokus pada aktor non-negara atau "poros setan" seperti Korea Utara dan Iran, kini ancaman itu melebar ke negara berdaulat yang selama ini bernaung di bawah payung aliansi.

"Dari 15 negara itu, populasi yang terancam mencakup sekitar satu dari setiap 11 penduduk dunia. Ini artinya, sebagian besar manusia di bumi saat ini memiliki alasan kuat untuk merasa tidak aman di bawah bayang-bayang kebijakan luar negeri AS," ujar analis geopolitik  tersebut.

Timur Tengah tetap menjadi episentrum. Lima negara di kawasan itu—Iran, Irak, Oman, Suriah, dan Yaman—kini menjadi sasaran. Sementara itu, secara teknis, retorika Trump juga merambah Eropa melalui polemik Greenland, menjadikan ancamannya mencakup empat dari enam benua berpenduduk.

Daftar 15 Negara dalam Pusaran Ancaman Trump

1.   Iran
2.   Irak
3.   Nigeria
4.   Somalia
5.   Suriah
6.   Venezuela
7.   Yaman
8.   Kanada
9.   Kolombia
10.  Kuba
11.  Greenland (Denmark)
12.  Meksiko
13.  Panama
14.  Oman
15.  Korea Utara.

(Sumber: CNN/Anadolu)