GEBRAK.ID; JEPARA -- Pemerintah terus memperkuat pendidikan keterampilan sebagai solusi menekan pengangguran sekaligus membuka peluang usaha bagi generasi muda. Melalui kolaborasi antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Dewan Kerajinan Nasional atau Dekranas, Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) 2026 resmi diluncurkan dengan target mencetak 8.730 wirausaha muda baru di berbagai daerah.
Peluncuran program tersebut digelar di Pendopo Kartini, Jepara, Jawa Tengah, Selasa (19/5/2026), dan dilaksanakan serentak bersama 18 Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) di Indonesia.
Program PKW menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan keterampilan masyarakat usia produktif, khususnya anak tidak sekolah, lulusan nonformal, hingga kelompok rentan yang membutuhkan akses pemberdayaan ekonomi.
Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen, Yaya Sutarya, mengatakan Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan PKW merupakan program prioritas pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap kerja dan mampu berwirausaha.
“Program ini dirancang untuk peserta didik yang tidak sekolah maupun putus sekolah usia di bawah 25 tahun agar memiliki keterampilan dan kompetensi kerja yang memadai,” ujar Yaya.
Menurut Yaya, saat ini terdapat 77 jenis keterampilan yang disiapkan melalui lembaga kursus dan pelatihan di bawah Kemendikdasmen. Berbagai bidang keterampilan itu mencakup sektor industri kreatif, jasa, hingga keterampilan berbasis budaya lokal.
Yaya mengungkapkan program Pendidikan Kecakapan Kerja yang telah berjalan sebelumnya menunjukkan hasil cukup positif. Tingkat penyerapan kerja lulusan program bahkan mencapai sekitar 85 persen.
“Banyak lulusan yang kini bekerja di sektor perhotelan, kapal pesiar, spa, wellness, hingga transportasi, baik di dalam maupun luar negeri,” jelas Yaya.
Tak hanya fokus pada penciptaan tenaga kerja, pemerintah kini memperkuat program PKW yang diarahkan untuk mencetak pelaku usaha baru berbasis keterampilan.
Dalam program tersebut, peserta tidak hanya menerima pelatihan teknis, tetapi juga dukungan sarana usaha agar dapat langsung memulai bisnis setelah lulus pelatihan.
“Peserta dibantu dengan dukungan usaha seperti gerobak, alat produksi, hingga bahan usaha sesuai bidang keterampilan yang dipelajari,” kata Yaya.
Kerja sama Kemendikdasmen dan Dekranas sendiri telah berlangsung sejak 2020. Hingga 2025, tercatat sebanyak 5.736 peserta mengikuti program hasil kolaborasi tersebut di berbagai daerah.
Pada 2026, sebanyak 458 peserta akan menerima bantuan program PKW melalui kerja sama Kemendikdasmen bersama Dekranas dan Dekranasda di 18 kabupaten dan kota di Indonesia.
Wilayah penerima program antara lain Kabupaten Aceh Barat, Kabupaten Pidie, Kabupaten Sleman, Kota Jambi, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Jepara, Kabupaten Kudus, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Jember, hingga Kabupaten Manggarai Barat dan Kabupaten Sumba Barat.
Ketua Bidang Wirausaha Baru Dekranas, Metty Herindra, mengatakan program PKW menjadi bentuk nyata sinergi pemerintah dalam mencetak perajin dan pelaku usaha baru di daerah.
Menurut Metty, tantangan terbesar peserta bukan hanya produksi, tetapi bagaimana mengembangkan usaha dan memperluas pasar.
“Banyak peserta yang sudah mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi masih membutuhkan pendampingan dalam pemasaran dan pengembangan bisnis,” ujar Metty.
Metty juga mengapresiasi sejumlah pemerintah daerah yang mulai memanfaatkan produk peserta PKW sebagai bagian dari promosi produk unggulan lokal, termasuk untuk kebutuhan seragam aparatur sipil negara.
Sementara itu, Witiarso Utomo menyebut program PKW memberikan peluang besar bagi anak muda untuk lebih mandiri secara ekonomi.
“Program ini memberi harapan baru bagi generasi muda, termasuk kelompok rentan dan penyandang disabilitas, agar memiliki keterampilan dan kepercayaan diri untuk membangun usaha,” kata Witiarso.
Witiarso menambahkan, Pemerintah Kabupaten Jepara juga terus mendorong pengembangan produk unggulan seperti Tenun Troso, Batik Jepara, dan tekstil ecoprint agar semakin dikenal di pasar nasional maupun internasional.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, Dekranas, dan pemerintah daerah, Program PKW diharapkan mampu melahirkan lebih banyak pelaku usaha muda yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing tinggi di era ekonomi kreatif.
(Sumber: Kemendikdasmen)
