Editor: Devona R
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti (kiri), saat ceramah Idul Adha 1447 H/2026 di Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (27/5/2026). (Foto: Humas Kemendikdasmen)
GEBRAK.ID; SORONG — Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimanfaatkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI untuk memperkuat semangat kepedulian sosial melalui program “Kemendikdasmen Tebar Kurban untuk Negeri”. Tahun 2026 ini, kementerian tersebut menyalurkan ratusan hewan kurban ke berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.
Program kurban nasional itu menjadi simbol semangat berbagi sekaligus mempererat persaudaraan antarwarga di tengah perayaan Idul Adha. Total sebanyak 159 hewan kurban berhasil dihimpun, terdiri atas 117 ekor sapi dan 42 ekor kambing yang berasal dari unit utama, satuan kerja pusat, hingga Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen di berbagai daerah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, secara langsung menyerahkan seekor sapi kurban berbobot 720 kilogram saat kunjungan Idul Adha di Sorong, Papua Barat Daya. Penyerahan itu menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat di kawasan timur Indonesia.
Dalam ceramah Idul Adha di Sorong, Rabu (27/5/2026), Abdul Mu’ti menegaskan bahwa esensi kurban tidak hanya berhenti pada penyembelihan hewan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.
“Kita mendekatkan diri kepada Allah dengan cara mendekatkan diri kepada sesama melalui sedekah dan kepedulian,” ujar Abdul Mu’ti di hadapan ratusan jamaah.
Abdul Mu'ti mengajak masyarakat menjadikan Idul Adha sebagai sarana membangun solidaritas sosial, memperkuat ketakwaan, dan menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar. Menurutnya, nilai pengorbanan yang dicontohkan Nabi Ibrahim harus diterjemahkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap rela membantu dan peduli terhadap sesama.
“Dengan keteladanan itu, kita tidak berhenti pada ritual semata, tetapi juga menumbuhkan jiwa rela berkorban dan kepedulian sosial agar hidup kita bermanfaat bagi orang lain,” kata Mendikdasmen.
Program distribusi kurban Kemendikdasmen tahun ini diperkirakan menghasilkan sekitar 18.100 kilogram daging yang akan dibagikan kepada kurang lebih 18 ribu penerima manfaat di 35 provinsi. Penyaluran daging kurban menyasar masyarakat yang membutuhkan, termasuk lingkungan pendidikan dan warga sekitar satuan kerja kementerian.
Langkah tersebut mendapat apresiasi karena dinilai tidak hanya memperkuat nilai keagamaan, tetapi juga menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Di sejumlah daerah, distribusi hewan kurban juga melibatkan sekolah dan komunitas lokal agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
Selain menjadi momentum ibadah, Idul Adha juga kerap dimanfaatkan pemerintah dan berbagai lembaga untuk memperkuat semangat gotong royong serta mempererat hubungan sosial antarwarga. Tradisi berbagi daging kurban dinilai memiliki makna penting dalam membangun solidaritas sosial, terutama di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat.
Di Papua Barat Daya, kehadiran Mendikdasmen mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Banyak warga menganggap kunjungan tersebut sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan sosial dan pendidikan di wilayah timur Indonesia.
Melalui program “Kemendikdasmen Tebar Kurban untuk Negeri”, pemerintah berharap nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan semangat berbagi terus tumbuh di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.
(Sumber: Humas Kemendikdasmen)