Masuk SD Belum Genap 5 Tahun, Angel Kini Jadi Wisudawan Termuda ITB di Usia 20 Tahun
| Angel, wisudawan sarjana termuda di Wisuda Kedua ITB Tahun Akademik 2025/2026. (Foto: Dok. Pribadi) |
Editor: Yogi Ardhi
GEBRAK.ID; BANDUNG — Di tengah ribuan mahasiswa yang merayakan kelulusan, sosok Angel mencuri perhatian dalam Sidang Terbuka Wisuda Kedua Tahun Akademik 2025/2026 di Institut Teknologi Bandung (ITB), Sabtu (18/4/2026). Perempuan muda itu dinobatkan sebagai wisudawan termuda ITB setelah berhasil menyelesaikan pendidikan sarjananya di usia 20 tahun.
Capaian Angel pun langsung menjadi inspirasi banyak orang. Di usia ketika sebagian mahasiswa masih berada di pertengahan masa kuliah, ia justru telah resmi menyandang gelar sarjana.
Namun di balik prestasi tersebut, perjalanan Angel ternyata bukan kisah tentang akselerasi atau loncat kelas seperti yang banyak dibayangkan orang. Ia mengaku hanya memulai pendidikan lebih awal dibanding anak seusianya.
Angel masuk sekolah dasar saat usianya bahkan belum genap lima tahun. Dari situlah perjalanan akademiknya melaju lebih cepat dibanding kebanyakan siswa lainnya.
Meski begitu, menjadi mahasiswa termuda di kampus ternama seperti ITB bukan perkara mudah. Angel harus menghadapi tantangan adaptasi sejak awal perkuliahan karena berada di lingkungan dengan teman-teman yang rata-rata lebih dewasa darinya.
“Tahun pertama cukup menantang karena harus menyesuaikan diri dengan ritme kuliah dan lingkungan baru,” ujar Angel seperti dikutip dari laman resmi ITB, Rabu (27/5/2026).
Tak hanya dituntut memahami materi perkuliahan yang padat, Angel juga harus menemukan metode belajar yang paling cocok untuk dirinya. Ia mengaku perlahan belajar mengatur waktu, menjaga disiplin, dan tetap fokus terhadap target akademik.
Di balik sosoknya yang dikenal cerdas, Angel ternyata tetap menjalani kehidupan kampus seperti mahasiswa lainnya. Ia aktif mengikuti kegiatan organisasi dan komunitas mahasiswa, mulai dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Boulevard hingga Keluarga Mahasiswa Buddha.
Selain itu, Angel juga cukup aktif mengikuti berbagai perlombaan dan tetap menyempatkan diri berolahraga di tengah kesibukan kuliahnya. Baginya, keberhasilan menyelesaikan kuliah di usia muda bukan semata soal kecerdasan, melainkan konsistensi menjaga ritme belajar dan keseimbangan hidup sehari-hari.
“Disiplin, istirahat cukup, dan fokus pada perkuliahan itu penting,” kata Angel.
Pada tugas akhirnya, Angel mengangkat penelitian berjudul “Studi Ketahanan Stainless Steel 361L dengan Pengaruh Temperatur dalam Larutan Isotonik”. Penelitian tersebut membahas ketahanan korosi pada material pipa yang digunakan di industri minuman isotonik.
Topik itu menunjukkan ketertarikannya pada dunia material dan rekayasa teknik yang memiliki dampak langsung terhadap industri.
Meski telah meraih pencapaian membanggakan di usia muda, Angel tetap tampil sederhana. Ia justru menitipkan pesan penting kepada mahasiswa lain agar tetap menjaga integritas selama menempuh pendidikan.
“Jaga integritas dan jangan pernah curang dalam proses belajar. Jangan takut memulai sesuatu yang baru,” pesannya.
Kisah Angel menjadi bukti bahwa usia bukan penghalang untuk meraih prestasi besar. Dengan disiplin, kemampuan beradaptasi, dan semangat belajar yang konsisten, mahasiswa muda itu berhasil menorehkan cerita inspiratif di salah satu kampus terbaik Indonesia.
Di tengah tantangan dunia pendidikan yang semakin kompetitif, perjalanan Angel sekaligus menjadi pengingat bahwa proses belajar bukan hanya tentang siapa yang paling cepat, tetapi siapa yang mampu bertahan, berkembang, dan tetap rendah hati dalam perjalanan menuju masa depan.
(Sumber: itb.ac.id)
Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?
Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.
Follow Channel GEBRAK.ID