GEBRAK.ID; BANDUNG – Pemerintah serius membenahi pendidikan dasar. Mulai tahun ajaran 2027/2028 mendatang, Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib di seluruh Sekolah Dasar (SD) di Indonesia.
Kabar baiknya, persiapan tidak dilakukan mendadak. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah meluncurkan program Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD-MBI), sebuah pelatihan massal bagi guru SD. Peluncuran berlangsung di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK), Bandung, Jawa Barat, Jumat (8/5/2026).
"Bahasa Inggris ini jangan berhenti sebagai mata pelajaran. Kalau hanya berhenti sebagai pelajaran, tidak akan menjadikan anak didik kita mahir. Harus betul-betul sebagai alat untuk berkomunikasi," kata Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat, dalam sambutannya.
Mengapa Program Ini Mendesak?
Latar belakangnya jelas. Berdasarkan Education First English Proficiency Index (EPI) 2024, Indonesia hanya menempati peringkat 80 dari 116 negara di dunia, dan urutan 12 dari 23 negara di Asia. Peringkat ini masih jauh dari memuaskan.
Wamen Atip juga memberikan penguatan khusus kepada para guru: gunakan Bahasa Inggris saat mengajar, biasakan murid mendengar dan merespons. "Jangan takut untuk belajar Bahasa Inggris," pesannya.
Target Besar: 90.447 Guru Hingga 2029
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikdasmen, Nunuk Suryani, mengungkapkan bahwa program ini adalah akselerasi peningkatan kemahiran murid. Desain pelatihan dibuat mudah dan menyenangkan.
Tahap pertama telah melibatkan 5.777 guru dari 34 provinsi dan 177 kabupaten/kota. Provinsi dengan peserta terbanyak adalah Jawa Barat (609 guru), disusul Jawa Tengah (588), Jawa Timur (383), Riau (321), dan Sulawesi Selatan (278).
Namun itu baru permulaan. Target total hingga 2029 adalah 90.447 guru dengan rincian:
- 2026: 10.000 peserta
- 2027: 30.000 peserta
- 2028: 30.000 peserta
- 2029: 20.447 peserta
Dengan skema ini, kebutuhan guru Bahasa Inggris di SD akan tuntas dilatih dalam empat tahun ke depan.
Kisah Ima dari Biak: Dari Takut Menjadi Percaya Diri
Salah satu cerita paling menginspirasi datang dari Ima, guru asal Kabupaten Biak, Papua. Ia bukan lulusan Bahasa Inggris, melainkan PGSD. Awalnya ia merasa takut dan malu.
"Saya awalnya takut, malu, dan tidak berani karena saya bukan guru bahasa Inggris. Namun lewat program ini saya bersyukur boleh mendapatkan kesempatan belajar lagi. Saya ingin menunjukkan kepada peserta didik saya bahwa bahasa Inggris tidak susah, bahasa Inggris is easy," ujar Ima dengan semangat.
Dukungan Pemerintah Daerah dan Kisah Sukses Lain
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Eka Ganjar Kurniawan, menyebut program ini sangat positif di era abad 21. Pemkab Sumedang berencana meningkatkan kompetensi guru secara mandiri.
"Dasar pendidikan bahasa Inggris sangat dibutuhkan agar murid mempunyai keunggulan kompetitif dan komparatif, baik di dalam maupun luar negeri," ujar Eka.
Sementara itu, Heni Mariana, guru SD Negeri Sukahaji, Purwakarta, mengaku pelatihan ini membuatnya lebih percaya diri. "Kami dilatih kemampuan pedagogik dengan materi kehidupan sehari-hari anak. Kami juga diajarkan memanfaatkan alat audio visual agar pembelajaran lebih menarik," jelasnya.
Luthfi Saadil Malik, guru SD Negeri Lembur Awi 01, Kabupaten Bandung, semula ragu karena tak berlatar belakang Bahasa Inggris. Namun ia meyakini, "Belajar bahasa akan menyenangkan asal ada kemauan. Jangan takut di awal, sepanjang mau belajar pasti bisa."
Bagi Guru yang Belum Ikut, Masih Ada Jalan
Kemendikdasmen tidak melupakan guru yang belum terdaftar. Mereka dapat belajar mandiri melalui Learning Management System (LMS) dan modul pada fitur Pembelajaran Mandiri di Rumah Pendidikan, serta mendapat pendampingan dari Fasilitator Daerah (Fasda) UPT GTK.
Program ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Bahasa Inggris bukan lagi sekadar pelajaran, melainkan jembatan menuju dunia.
(Sumber: Kemendikdasmen)

Posting Komentar untuk "Mulai 2027 Bahasa Inggris Wajib di SD! Kemendikdasmen Latih 5.777 Guru, Ada yang dari Papua"