Nasib Drama 'Knock-Off' Masih Menggantung, Disney+ Belum Berani Ambil Keputusan soal Kim Soo Hyun

Aktor Korea, Kim Soo Hyun. (Foto: Instagram/soohyun_k216)
Editor: Devona R

GEBRAK.ID; JAKARTA – Harapan penggemar untuk segera menyaksikan serial drama Korea "Knock-Off" tampaknya masih harus ditunda. Disney+ dikabarkan belum memiliki rencana dalam waktu dekat untuk menayangkan drama yang dibintangi aktor populer Kim Soo Hyun tersebut, menyusul kontroversi yang sempat menyeret namanya dalam beberapa bulan terakhir.

Ketidakpastian ini membuat "Knock-Off" kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta drama Korea. Pasalnya, serial tersebut sebelumnya digadang-gadang menjadi salah satu proyek terbesar Disney+ Korea dengan biaya produksi mencapai 60 miliar won atau sekitar 40 juta dolar AS.

Mengutip laporan Korea Times yang merujuk pada Xportsnews, Sabtu (30/5/2026), perwakilan Disney+ menyatakan bahwa status serial tersebut masih tetap ditunda dan belum ada perubahan dari sikap resmi perusahaan yang pernah disampaikan sebelumnya.

Dengan kata lain, hingga saat ini belum ada jadwal penayangan baru maupun kepastian kapan proyek tersebut akan kembali dilanjutkan.

Proyek Besar yang Tersandung Kontroversi

Sejak pertama kali diumumkan, "Knock-Off" langsung mencuri perhatian publik. Selain dibintangi Kim Soo Hyun yang tengah berada di puncak popularitas setelah kesuksesan drama Queen of Tears, serial ini juga mengusung cerita yang tidak biasa.

Drama tersebut mengisahkan seorang pria yang hidupnya berubah drastis setelah krisis keuangan Asia 1997. Dari kondisi terpuruk, ia kemudian membangun jaringan bisnis barang palsu hingga berkembang menjadi kerajaan perdagangan ilegal berskala internasional.

Kombinasi cerita yang unik, nilai produksi fantastis, dan keterlibatan Kim Soo Hyun membuat "Knock-Off" sempat disebut sebagai salah satu proyek unggulan Disney+ untuk pasar Asia.

Namun rencana promosi dan perilisan harus dihentikan setelah muncul kontroversi yang melibatkan sang aktor.

Kontroversi yang Mengubah Segalanya

Nama Kim Soo Hyun mulai menjadi sorotan sejak muncul tuduhan yang dikaitkan dengan mendiang aktris Kim Sae-ron.

Sejak Maret tahun 2026 lalu, keluarga Kim Sae-ron disebut melontarkan tuduhan bahwa Kim Soo Hyun pernah menjalin hubungan dengan sang aktris ketika masih di bawah umur. Tuduhan tersebut memicu perdebatan luas di media sosial dan memunculkan spekulasi mengenai masa depan karier aktor tersebut.

Belakangan, perkembangan baru muncul setelah YouTuber Kim Se-ui yang sebelumnya menyebarkan sejumlah tuduhan terhadap Kim Soo Hyun menghadapi proses hukum terkait dugaan pencemaran nama baik dan penyebaran informasi palsu.

Menurut keterangan agensi Kim Soo Hyun, hasil penyelidikan menyimpulkan bahwa sebagian bukti yang beredar diduga telah dimanipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Meski demikian, kontroversi yang telah terlanjur menyita perhatian publik membuat berbagai pihak, termasuk Disney+, memilih bersikap hati-hati sebelum mengambil keputusan lebih lanjut terkait penayangan serial tersebut.

Penggemar Masih Menunggu Kepastian

Rumor mengenai kemungkinan perilisan "Knock-Off" sebenarnya sempat mencuat sejak Maret lalu. Namun hingga kini Disney+ tetap mempertahankan pernyataan resminya bahwa belum ada perkembangan baru yang dapat diumumkan kepada publik.

Situasi ini membuat masa depan serial tersebut masih menjadi tanda tanya besar. Di satu sisi, proyek ini memiliki potensi besar untuk menarik perhatian penonton global. Namun di sisi lain, Disney+ tampaknya masih mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk respons publik dan dampak reputasi yang mungkin muncul.

Bagi para penggemar Kim Soo Hyun, "Knock-Off" bukan sekadar drama baru. Serial ini diharapkan menjadi proyek comeback sang aktor setelah sukses besar melalui "Queen of Tears".

Sampai ada keputusan resmi dari Disney+, nasib "Knock-Off" masih berada dalam status menggantung. Penggemar pun hanya bisa menunggu apakah serial bernilai puluhan juta dolar tersebut akhirnya tayang atau justru mengalami penundaan lebih panjang lagi.

(Berbagai Sumber)