Editor: Zaky AH
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli. (Foto: Humas Kemnaker)
GEBRAK.ID; JAKARTA — Pemerintah kembali memperluas akses pelatihan kerja bagi masyarakat melalui Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) 2026 Batch 2 yang digelar Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI. Program ini menyasar puluhan ribu peserta di berbagai daerah dengan tujuan meningkatkan kompetensi kerja sekaligus memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, mengatakan pelaksanaan PVN Batch 2 dirancang agar masyarakat lebih mudah mengikuti pelatihan tanpa harus terkendala jarak maupun keterbatasan akses menuju lokasi pelatihan.
“Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 Batch 2 kami laksanakan di berbagai daerah agar akses pelatihan semakin merata dan lebih dekat dengan masyarakat. Tahun ini kami menargetkan sekitar 30 ribu peserta,” ujar Yassierli dalam keterangannya melalui Biro Humas Kemnaker, Jumat (29/5/2026).
Program tersebut akan dilaksanakan melalui jaringan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP), Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), Satuan Pelayanan (Satpel), hingga Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang tersebar di seluruh Indonesia.
Menurut Kemnaker, pelatihan vokasi menjadi salah satu strategi pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi kebutuhan industri dan dunia kerja yang terus berkembang.
PVN Batch 2 melibatkan sejumlah BBPVP utama seperti BBPVP Bandung, Bekasi, Makassar, Medan, Semarang, dan Serang. Selain itu, program juga didukung BPVP di berbagai wilayah seperti Ambon, Banda Aceh, Banyuwangi, Kendari, Padang, Samarinda, Sidoarjo, Sorong, Surakarta, hingga Ternate.
Tak hanya berpusat di kota besar, pelaksanaan pelatihan juga menjangkau daerah-daerah melalui Satpel dan UPTD Balai Latihan Kerja (BLK). Langkah ini dinilai penting untuk memperluas pemerataan keterampilan kerja hingga ke daerah.
Di Jawa Barat misalnya, wilayah pelatihan mencakup Garut, Tasikmalaya, Sukabumi, Sumedang, Kuningan, Ciamis, Purwakarta, hingga Kota Banjar. Sementara di wilayah Jawa Tengah, pelatihan akan berlangsung di Banyumas, Jepara, Kudus, Wonosobo, Pati, Tegal, hingga Kota Pekalongan.
Program serupa juga hadir di wilayah Indonesia Timur seperti Sorong, Kupang, Manggarai Barat, Biak, Fakfak, Gorontalo, hingga Ternate. Pemerintah berharap masyarakat di wilayah tersebut mendapat kesempatan yang sama untuk meningkatkan kompetensi kerja.
Selain pelatihan berbasis keterampilan teknis, program vokasi Kemnaker juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan industri lokal dan sektor produktif di masing-masing daerah.
Langkah Kemnaker memperluas jaringan pelatihan hingga tingkat daerah menjadi strategi penting di tengah tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif. Pelatihan vokasi dinilai mampu menjadi solusi untuk mengurangi kesenjangan keterampilan sekaligus meningkatkan peluang kerja masyarakat.
Apalagi, saat ini banyak sektor industri membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi spesifik yang sesuai kebutuhan lapangan.
Kemnaker kini terus mendorong transformasi pelatihan kerja berbasis kebutuhan industri atau demand driven training agar lulusan pelatihan lebih mudah terserap dunia usaha.
Selain membuka peluang kerja formal, pelatihan vokasi juga diharapkan dapat melahirkan wirausaha baru berbasis keterampilan yang mampu menggerakkan ekonomi daerah.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia menuju era industri modern dan transformasi digital.
Masyarakat yang ingin mengikuti Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 2 diimbau memantau informasi resmi melalui kanal Kemnaker maupun balai pelatihan di daerah masing-masing.
Dengan cakupan wilayah yang semakin luas dan target peserta yang besar, PVN 2026 Batch 2 diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang kerja sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja nasional secara merata.
(Sumber: Biro Humas Kemnaker)
Jangan Terlewatkan: Ini Cara Daftar Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 2 Lewat SIAPkerja dan Skillhub Kemnaker