Persipura Jayapura Dihukum Berat! PSSI Jatuhkan 5 Sanksi Sekaligus, Denda Tembus Rp240 Juta

Komite Disiplin PSSI. (Foto: PSSI)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID; JAKARTA — Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan hukuman berat kepada Persipura Jayapura setelah terjadi berbagai insiden dalam laga kontra Adhyaksa FC Banten pada ajang Pegadaian Championship 2025/2026 di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Jumat (8/5/2026).

Tak tanggung-tanggung, klub berjuluk Mutiara Hitam itu menerima lima sanksi sekaligus. Total denda yang harus dibayarkan mencapai Rp240 juta, ditambah hukuman larangan menggelar pertandingan kandang dengan penonton selama satu musim penuh pada kompetisi 2026/2027.

Keputusan tersebut tertuang dalam surat resmi Komdis PSSI yang dirilis Sabtu (16/5/2026). Hukuman ini menjadi salah satu sanksi paling berat yang dijatuhkan federasi sepak bola nasional sepanjang musim ini.

Rentetan pelanggaran terjadi usai pertandingan berakhir. Berdasarkan laporan pertandingan, suporter Persipura menyalakan flare, melempar smoke bomb, hingga menyalakan petasan di berbagai sisi tribun Stadion Lukas Enembe.

Atas pelanggaran itu, Persipura dijatuhi denda pertama sebesar Rp125 juta.

Tak hanya itu, situasi memanas ketika sejumlah suporter masuk ke lapangan. Bahkan, terdapat aksi perusakan fasilitas stadion dan pengejaran terhadap perangkat pertandingan serta tim Adhyaksa FC Banten.

Akibat insiden tersebut, Komdis PSSI menjatuhkan sanksi kedua yang paling berat, yakni larangan bagi Persipura menggelar laga kandang dengan penonton selama satu musim penuh pada kompetisi 2026/2027.

Selain hukuman tanpa penonton, Persipura juga kembali didenda Rp30 juta karena aksi anarkis suporter yang dinilai membahayakan keamanan pertandingan.

Komdis PSSI juga menilai panitia pelaksana pertandingan gagal menjalankan tanggung jawab dalam menjaga keamanan dan ketertiban di stadion. Karena itu, panpel Persipura dikenai sanksi tambahan berupa denda Rp20 juta.

Belum selesai sampai di situ, aksi pelemparan botol dan air minum kemasan ke arah lapangan dari berbagai tribun juga ikut menjadi sorotan. Pelanggaran tersebut membuat Persipura kembali dikenai denda Rp15 juta.

Sementara sanksi kelima diberikan akibat banyaknya suporter yang masuk ke area lapangan setelah laga usai. Untuk pelanggaran ini, klub asal Papua tersebut kembali dihukum denda Rp50 juta.

Jika ditotal, seluruh sanksi finansial yang dijatuhkan kepada Persipura dan panitia pelaksana mencapai Rp240 juta.

Komdis PSSI menegaskan hukuman ini merupakan bentuk komitmen federasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban kompetisi sepak bola nasional. Federasi juga mengingatkan bahwa tindakan serupa di masa mendatang bisa berujung pada hukuman yang lebih berat.

Kasus ini kembali menjadi perhatian publik sepak bola Indonesia. Dalam beberapa musim terakhir, isu keamanan stadion dan perilaku suporter memang menjadi fokus utama PSSI setelah sejumlah insiden kericuhan di berbagai daerah.

Di sisi lain, hukuman tanpa penonton selama semusim diprediksi akan menjadi pukulan berat bagi Persipura. Selain kehilangan dukungan langsung dari suporter fanatiknya, klub juga berpotensi kehilangan pemasukan dari tiket pertandingan kandang.

Situasi tersebut tentu menjadi tantangan besar bagi manajemen Persipura Jayapura untuk melakukan evaluasi menyeluruh, baik dari sisi pengamanan pertandingan maupun pembinaan suporter agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

(Sumber: PSSI)

Jangan Terlewatkan: Viral “Tendangan Kungfu” Berujung Sanksi Berat, 5 Pemain Bhayangkara FC U-20 Dilarang Bermain Hingga 3 Tahun