Positif Virus ASF 25 Babi Siap Panen di Buleleng Bali Mati Mendadak

Sebanyak 25 babi siap panen di Buleleng mati mendadak diduga terkena ASF. (Foto: istimewa) 

Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID; BULELENG--Wabah African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika kembali menghantui peternak di Bali. Sebanyak 25 ekor babi siap panen milik peternak di Kabupaten Buleleng dilaporkan mati mendadak dalam waktu singkat, akhir Mei 2026 ini. 

Kasus tersebut memicu kekhawatiran baru di kalangan peternak karena kerugian yang ditimbulkan mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Informasi yang beredar menyebutkan kematian puluhan babi tersebut diduga kuat akibat serangan virus ASF, penyakit mematikan yang menyerang ternak babi dan dikenal sangat cepat menular. Dinas terkait kini meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah penyebaran lebih luas di wilayah Bali utara. 

ASF sendiri bukan penyakit baru di Bali. Dalam beberapa tahun terakhir, virus ini berkali-kali menyebabkan kematian ternak babi secara massal di sejumlah daerah. Pada kasus terbaru di Buleleng, babi yang mati sebagian besar sudah memasuki usia siap jual sehingga kerugian peternak menjadi sangat besar.

Selain di Buleleng, kasus serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah Badung. Seorang peternak di kawasan Canggu mengaku kehilangan puluhan ekor babi hanya dalam hitungan minggu akibat serangan ASF. Babi yang semula dipersiapkan untuk panen mendadak sakit lalu mati satu per satu. 

Dalam keterangannya, peternak mengaku sudah berusaha menjaga kebersihan kandang dan melakukan perawatan rutin. Namun, virus ASF dikenal sulit dikendalikan karena dapat menyebar melalui sisa makanan, peralatan kandang, kendaraan pengangkut, hingga kontak antarternak.

Pemerintah daerah bersama petugas kesehatan hewan kini meminta peternak meningkatkan biosekuriti kandang. Langkah yang dianjurkan antara lain penyemprotan disinfektan rutin, pembatasan keluar masuk orang ke area kandang, serta isolasi cepat terhadap babi yang menunjukkan gejala sakit.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bali juga mengingatkan peternak untuk segera melapor apabila menemukan ternak mengalami demam tinggi, kehilangan nafsu makan, kulit kemerahan, atau kematian mendadak. Gejala tersebut merupakan ciri umum ASF yang hingga kini belum memiliki vaksin maupun obat yang efektif. 

Kasus kematian babi akibat ASF dikhawatirkan berdampak pada pasokan daging babi di Bali, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat dan sektor pariwisata. Pemerintah diminta bergerak cepat agar wabah tidak meluas dan memukul ekonomi peternak rakyat.

(berbagai sumber