Revitalisasi Sekolah di Papua Barat Bikin Murid Haru: “Ini Bukan Sekadar Bangunan, tapi Harapan Kami”

Suasana haru dan penuh semangat terasa di SMP Advent Manokwari, Papua Barat, saat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan program revitalisasi sekolah, Kamis (28/5/2026). (Foto: Humas Kemendikdasmen)
Editor: Devona R

GEBRAK.ID; MANOKWARI — Suasana haru dan penuh semangat terasa di SMP Advent Manokwari, Papua Barat, saat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan program revitalisasi sekolah di wilayah tersebut. Di hadapan para tamu undangan, seorang siswi bernama Jesenia Nelavita Wondoy membacakan surat yang menggambarkan rasa syukur murid-murid Papua atas perubahan besar yang kini mereka rasakan di sekolah.

“Bagi kami sebagai anak-anak Papua, bantuan ini bukan hanya bangunan dan peralatan, tetapi juga tentang harapan dan masa depan,” ujar Jesenia dalam acara Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan se-Kabupaten Manokwari, Kamis (28/5/2026).

Kata-kata itu menggambarkan bagaimana revitalisasi sekolah tidak sekadar memperbaiki gedung, tetapi juga membangkitkan optimisme baru bagi siswa di wilayah timur Indonesia.

Melalui program revitalisasi fisik dan digitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), ruang belajar di sejumlah sekolah kini tampil lebih modern dan nyaman. Fasilitas seperti laboratorium IPA, Interactive Flat Panel (IFP), ruang UKS, hingga toilet yang bersih mulai tersedia untuk menunjang proses belajar mengajar.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pembangunan pendidikan merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin hak belajar seluruh anak Indonesia, termasuk di Papua Barat.

Dalam kunjungan kerjanya, Abdul Mu’ti meresmikan 31 sekolah di Kabupaten Manokwari yang telah menyelesaikan revitalisasi tahun 2025 dengan total anggaran mencapai Rp39,9 miliar. Selain itu, pemerintah juga menyerahkan bantuan lanjutan kepada 17 sekolah penerima program revitalisasi tahun 2026.

“Kami berkomitmen menjadikan sekolah sebagai rumah bersama bagi seluruh anak Indonesia, baik di kota maupun di daerah terpencil,” kata Abdul Mu’ti.

Salah satu sekolah yang menerima bantuan tahun ini adalah SD Negeri 75 Kerney. Kepala sekolah, Serli Juli Rumpedai, mengaku terharu karena selama 12 tahun mengabdi, baru kali ini sekolahnya mendapat bantuan besar dari pemerintah pusat.

Selama bertahun-tahun, sekolah tersebut menghadapi keterbatasan ruang belajar. Bahkan, siswa kelas 5 dan 6 harus belajar dalam satu ruangan yang disekat karena kekurangan kelas.

“Jujur sampai sekarang saya masih berdebar-debar. Ini pertama kalinya kami mendapatkan bantuan,” ujar Serli penuh haru.

Melalui program revitalisasi, SD Negeri 75 Kerney akan memperoleh ruang kelas baru, ruang UKS, serta rehabilitasi ruang administrasi dan toilet sekolah.

Serli mengatakan keberhasilan sekolahnya memperoleh bantuan tidak lepas dari kedisiplinan dalam memperbarui Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Ia berharap lebih banyak sekolah terpencil di Papua mendapatkan perhatian serupa agar murid-murid di pelosok bisa belajar dengan fasilitas layak.

Selain memperbaiki bangunan sekolah, Kemendikdasmen juga memperkuat kualitas pendidikan melalui peningkatan kompetensi guru dan digitalisasi pembelajaran.

Pemerintah bahkan menyiapkan sekitar 150 ribu beasiswa bagi guru untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang D4 dan S1. Program penguatan karakter seperti “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” juga mulai diterapkan untuk membangun kedisiplinan dan kemandirian siswa.

Bupati Manokwari, Hermus Indou, menyebut revitalisasi sekolah menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan pendidikan di Papua Barat.

“Kunjungan Menteri bukan sekadar seremoni, tetapi menghadirkan energi dan harapan baru bagi masyarakat Papua,” kata Hermus.

Hermus menilai program revitalisasi sangat membantu daerah di tengah keterbatasan anggaran yang saat ini dihadapi pemerintah daerah.

Dengan hadirnya fasilitas pendidikan yang lebih baik, pemerintah berharap anak-anak Papua memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berprestasi, dan meraih masa depan yang lebih cerah.

(Sumber: Humas Kemendikdasmen)