Jaadugar: A Witch in Mongolia Rilis Visual Utama, Trailer Kedua, dan Detail Baru Jelang Tayang Juli 2026

Jaadugar: A Witch in Mongolia Rilis Visual Utama, Trailer Kedua, dan Detail Baru Jelang Tayang Juli 2026. (Foto: Anime Corner).
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID -- Jaadugar: A Witch in Mongolia semakin menarik perhatian menjelang penayangannya pada Juli 2026 setelah merilis berbagai materi baru, termasuk visual utama, trailer kedua, pengumuman pengisi suara tambahan, serta detail lagu pembuka yang semakin memperkaya ekspektasi terhadap seri ini.

Jaadugar: A Witch in Mongolia (juga dikenal sebagai Tenmaku no Jaadugar di Jepang) adalah serial anime adaptasi manga karya Tomato Soup yang berlatar di Kekaisaran Mongol abad ke-13.

Kisah ini berfokus pada Fatima, seorang ahli medis asal Persia yang awalnya berada di pasar budak tanpa harapan. Kehidupannya berubah ketika ia dibawa ke dalam istana dan mengandalkan pengetahuannya yang dianggap sebagai "sihir" oleh penduduk setempat. Di sana ia bersekutu dengan Töregene, istri keenam Ögedei Khan, menggunakan ilmunya untuk membentuk arah politik Kekaisaran Mongol.

Dilansir dari Anime Corner, Jumat (29/5/2026) anime ini dijadwalkan tayang perdana pada 4 Juli 2026 pukul 23:00 JST di TV Asahi, dengan penayangan spesial episode pertama yang menggabungkan Episode 1 dan 2 dalam format satu jam. 

Sejak awal pengumumannya, serial ini sudah menarik perhatian berkat pendekatannya yang menggabungkan sejarah Kekaisaran Mongol dengan gaya penceritaan yang emosional dan visual yang lembut namun penuh ketegangan.

Menambah prestasinya bahkan sebelum tayang, anime ini juga terpilih dalam kategori TV Films di Annecy International Animation Film Festival 2026, sebuah festival animasi bergengsi yang akan berlangsung di Prancis pada 21 hingga 27 Juni 2026. Kehadiran di ajang ini memperkuat posisi anime tersebut sebagai salah satu karya yang paling dinanti di tahun tersebut.

Salah satu daya tarik utama lainnya datang dari musik pembuka berjudul “Stella” yang dibawakan oleh SEKAI NO OWARI. Lagu ini dibuat khusus untuk anime tersebut, dengan komposisi musik oleh Nakajin dan lirik oleh Fukase. Penulis cerita Tomato Soup bahkan mengungkapkan bahwa lagu tersebut terasa sangat selaras dengan emosi para karakter dan mampu menangkap kedalaman cerita dengan empati yang kuat.

Di sisi pengisi suara, beberapa nama besar turut bergabung, memperkuat kualitas produksi. Ami Koshimizu berperan sebagai Töregene, sementara Hiro Shimono mengisi suara Ögedei. Selain itu, Daisuke Namikawa memerankan Chagatai, dan Kenji Nojima sebagai Jochi.

Para seiyuu tersebut memberikan komentar mendalam mengenai pengalaman mereka. Ami Koshimizu menyoroti bagaimana cerita ini, meskipun berbasis sejarah Mongolia yang nyata, tetap mudah diikuti berkat gaya visualnya yang hangat, namun menyimpan banyak ketegangan psikologis dalam interaksi antar karakter. 

Hiro Shimono mengaku baru pertama kali benar-benar mendalami latar Kekaisaran Mongol, dan menggambarkan Ögedei sebagai karakter yang tampak santai dan penuh humor, tetapi memiliki lapisan kepribadian yang lebih kompleks di baliknya. 

Daisuke Namikawa menekankan bahwa serial ini menampilkan budaya dan konflik yang jarang diangkat, dengan pendekatan visual yang lembut namun sarat intrik dan dinamika kekuasaan. Sementara itu, Kenji Nojima menggambarkan dunia anime ini sebagai perpaduan antara estetika seperti dongeng dengan realitas keras penuh kekerasan dan perebutan kekuasaan, menciptakan kontras yang kuat dan memikat.

Dari sisi produksi, proyek ini ditangani oleh tim yang sangat berpengalaman. Naoko Yamada bertindak sebagai executive director, sementara penyutradaraan utama dipegang oleh Abel Góngora. Studio animasi Science SARU turut menjadi rumah produksi, membawa reputasi kuat mereka dalam menghadirkan karya-karya dengan gaya visual unik dan eksperimen artistik yang khas.

Dengan kombinasi latar sejarah yang kuat, tim kreatif papan atas, musik orisinal dari musisi ternama, serta pengisi suara berpengalaman, Jaadugar: A Witch in Mongolia tampaknya siap menjadi salah satu anime paling menonjol pada musim panas 2026. 

Semua elemen yang telah diperlihatkan sejauh ini menunjukkan sebuah karya yang tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga kaya secara emosional dan naratif, menjadikannya salah satu rilisan yang paling dinantikan tahun ini.

(Sumber: Anime Corner 29 Mei 2026)