Editor: Devona R
Aneka suplemen untuk menjaga kesehatan tubuh. (Foto ilustrasi: Pixabay)
GEBRAK.ID; JAKARTA — Konsumsi suplemen untuk menjaga kesehatan tubuh kini semakin populer di tengah masyarakat. Mulai dari vitamin hingga herbal, banyak orang menganggap produk suplemen aman dikonsumsi setiap hari tanpa risiko serius. Namun para ahli mengingatkan, penggunaan suplemen yang berlebihan justru bisa membahayakan kesehatan ginjal.
Ginjal merupakan organ vital yang bekerja tanpa henti untuk menyaring darah, membuang limbah tubuh, menjaga keseimbangan mineral, hingga membantu mengontrol tekanan darah. Karena itu, konsumsi zat tertentu dalam dosis tinggi dapat meningkatkan beban kerja ginjal dan memicu gangguan kesehatan serius.
Ahli gizi Vanessa Rissetto mengatakan, salah satu suplemen yang perlu diperhatikan adalah vitamin C. Meski dikenal baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh, konsumsi vitamin C berlebihan ternyata dapat memicu masalah ginjal, terutama bagi orang yang memiliki riwayat batu ginjal atau gangguan ginjal kronis.
“Banyak orang menganggap vitamin C aman karena larut dalam air. Padahal dalam dosis tinggi, vitamin ini bisa menjadi masalah bagi kesehatan ginjal,” ujar Rissetto seperti dikutip dari EatingWell, Rabu (27/5/2026).
Rissetto menjelaskan, konsumsi vitamin C sekitar 1.000 hingga 2.000 miligram per hari dapat meningkatkan kadar oksalat dalam tubuh. Kondisi tersebut berisiko memicu terbentuknya batu ginjal kalsium oksalat, jenis batu ginjal yang paling umum ditemukan.
Selain vitamin C, konsumsi vitamin D secara berlebihan juga dinilai berbahaya. Vitamin D memang penting untuk kesehatan tulang, otot, dan sistem kekebalan tubuh. Namun jika dikonsumsi terlalu tinggi tanpa pengawasan medis, vitamin ini dapat meningkatkan kadar kalsium dalam darah.
Akibatnya, risiko batu ginjal hingga kerusakan ginjal bisa meningkat. Para ahli menyebut batas aman konsumsi vitamin D untuk orang dewasa umumnya tidak lebih dari 4.000 IU per hari, kecuali atas rekomendasi tenaga kesehatan.
Tidak hanya vitamin, suplemen herbal juga menjadi perhatian. Banyak masyarakat menganggap produk herbal selalu aman karena berbahan alami. Padahal, beberapa jenis herbal justru mengandung senyawa berbahaya bagi ginjal.
Ahli gizi Melanie Betz menjelaskan bahwa tanaman dari genus Aristolochia mengandung asam aristolochic, senyawa yang dikenal sebagai racun ginjal dan dikaitkan dengan kasus gagal ginjal hingga kanker.
Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam memilih produk herbal, terutama yang belum memiliki pengawasan dan izin edar yang jelas.
Selain suplemen vitamin dan herbal, konsumsi protein berlebihan juga dapat memperberat kerja ginjal. Ginjal bertugas menyaring limbah hasil metabolisme protein sehingga asupan protein yang terlalu tinggi, terutama dari suplemen, bisa mempercepat kerusakan ginjal pada individu tertentu.
Para ahli menyarankan masyarakat tidak mengonsumsi suplemen secara sembarangan hanya karena mengikuti tren kesehatan di media sosial. Pemeriksaan kondisi tubuh dan konsultasi dengan dokter atau ahli gizi dinilai penting sebelum rutin mengonsumsi suplemen tertentu.
Menjaga kesehatan ginjal sebenarnya dapat dilakukan melalui pola hidup sehat seperti minum cukup air putih, mengurangi konsumsi garam berlebihan, menjaga tekanan darah, rutin berolahraga, dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
Suplemen memang dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tertentu, tetapi penggunaannya tetap harus bijak agar manfaatnya tidak berubah menjadi ancaman bagi kesehatan tubuh.
(Sumber: EatingWell)