Sekolah Hancur Diterjang Banjir, SDN 10 Linge Aceh Tengah Bakal Dipindah ke Lokasi Lebih Aman

Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat meninjau SD Negeri 10 Linge di Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, belum lama ini. (Foto: Humas Kemendikdasmen)
Editor: Devona R

GEBRAK.ID; ACEH TENGAH – Upaya pemulihan pendidikan pascabencana terus dikebut pemerintah. Salah satu fokus perhatian saat ini adalah nasib SD Negeri 10 Linge di Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, yang mengalami kerusakan parah akibat banjir dan kini masuk kategori zona merah atau wilayah dengan risiko banjir berulang.

Demi menjamin keselamatan siswa dan tenaga pendidik, sekolah tersebut dipastikan tidak akan dibangun kembali di lokasi lama. Sebagai gantinya, pemerintah menyiapkan langkah relokasi ke kawasan yang lebih aman dan bebas dari ancaman bencana.

Kebijakan tersebut diambil setelah hasil kajian kelayakan bangunan dan mitigasi bencana menunjukkan bahwa lokasi SDN 10 Linge berada di area yang tidak lagi layak untuk kegiatan belajar-mengajar dalam jangka panjang.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan komitmennya untuk mempercepat pemulihan sarana pendidikan yang terdampak banjir di sejumlah wilayah Sumatera, khususnya Aceh. Namun proses pembangunan kembali SDN 10 Linge saat ini masih terkendala ketersediaan lahan relokasi yang memenuhi syarat keamanan dan legalitas.

Relokasi Jadi Solusi Keselamatan Siswa

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tengah, Salimsyah, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mencari lahan pengganti yang aman dari bencana sekaligus tidak memiliki persoalan hukum.

Menurutnya, proses pembangunan ruang kelas baru belum dapat dimulai sebelum lokasi relokasi ditetapkan secara resmi.

“Saat ini proses pembangunan masih terkendala lahan relokasi sekolah. Namun kami terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak agar lokasi yang sesuai segera tersedia sehingga pembangunan ruang kelas dapat direalisasikan,” kata Salimsyah, Jumat (29/5/2026).

Salimsyah menambahkan, sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi kunci agar proses relokasi dapat segera dituntaskan. Dengan demikian, para siswa bisa kembali menikmati fasilitas pendidikan yang layak tanpa dihantui ancaman banjir.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Kemendikdasmen atas perhatian dan komitmennya terhadap pemenuhan sarana pendidikan di daerah. Harapan kami seluruh proses berjalan lancar sehingga anak-anak SDN 10 Linge dapat kembali belajar dengan aman, nyaman, dan penuh semangat,” ujarnya.

Kepala Sekolah Minta Masyarakat Bersabar

Di tengah proses pencarian lokasi baru, Kepala SDN 10 Linge, Nurdinsyah Muhammad Sedim, mengajak masyarakat untuk mendukung langkah relokasi yang sedang dijalankan pemerintah.

Menurutnya, pemindahan sekolah memang membutuhkan waktu karena harus memastikan lokasi baru benar-benar aman bagi peserta didik dan terbebas dari risiko bencana di masa mendatang.

“Kami berharap masyarakat dapat bersabar dan terus mendukung proses relokasi serta pembangunan sekolah demi keamanan dan kenyamanan anak-anak dalam belajar,” ujar Nurdinsyah.

Nurdinsyah juga menyampaikan terima kasih kepada Kemendikdasmen yang terus memberikan perhatian terhadap kondisi sekolah dan para siswa yang terdampak banjir.

Bantuan Darurat Sudah Disalurkan

Sebelum proses pembangunan kembali dilakukan, pemerintah telah lebih dulu memberikan bantuan darurat kepada para siswa dan guru di SDN 10 Linge. Pada masa awal tanggap darurat, Kemendikdasmen menyalurkan paket perlengkapan belajar atau school kit untuk menggantikan buku dan alat tulis yang hilang akibat banjir.

Selain itu, sejumlah tenda darurat juga didirikan guna mendukung kegiatan belajar sementara agar proses pendidikan tetap berjalan meski dalam kondisi terbatas.

Langkah relokasi ini menjadi bagian penting dari upaya membangun sekolah yang lebih tangguh terhadap bencana. Di daerah yang memiliki risiko banjir tinggi seperti Aceh, pembangunan fasilitas pendidikan tidak hanya mempertimbangkan kebutuhan ruang belajar, tetapi juga aspek keselamatan dan keberlanjutan.

Harapannya, setelah lahan baru tersedia dan pembangunan dimulai, para siswa SDN 10 Linge dapat kembali belajar di lingkungan yang aman, nyaman, serta mendukung mereka meraih masa depan yang lebih baik tanpa dibayangi ancaman bencana.

(Sumber: Kemendikdasmen)