Stadion Pakansari Jadi Markas Timnas Indonesia di Fase Grup Piala ASEAN 2026, SUGBK Disiapkan untuk Semifinal dan Final

Stadion Pakansari, Bogor, menjadi kandang sementara Timnas Indonesia untuk dua pertandingan awal di Grup A Piala ASEAN 2026. (Foto: Antara)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID; JAKARTA — Timnas Indonesia dipastikan tidak langsung menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada fase grup Piala ASEAN 2026. PSSI melalui PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) resmi menetapkan Stadion Pakansari, Bogor, sebagai kandang sementara skuad Garuda untuk dua pertandingan awal di Grup A.

Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Managing Director GSI, Marsal Masita, saat menghadiri peluncuran kerja sama PSSI dengan EA Sports FC di Jakarta Selatan, Kamis (27/5/2026).

Menurut Marsal, Stadion Pakansari dipilih karena dinilai lebih ideal untuk mengakomodasi jumlah penonton pada fase grup. Timnas Indonesia dijadwalkan menjamu Kamboja pada 27 Juli dan Vietnam pada 3 Agustus 2026 di stadion berkapasitas sekitar 30 ribu penonton itu.

“Betul, dua pertandingan fase grup yang kita daftarkan ke AFF akan dimainkan di Stadion Pakansari. InsyaAllah kalau Indonesia lolos semifinal, apalagi kalau bertemu Malaysia, lalu final nanti, kita akan bermain di GBK,” ujar Marsal.

Keputusan tidak langsung memakai SUGBK disebut sebagai langkah realistis. PSSI memperkirakan atmosfer pertandingan fase grup belum tentu mampu memenuhi kapasitas stadion utama yang mencapai lebih dari 70 ribu penonton.

“Kalau untuk fase grup, rasanya Pakansari lebih pas. Kita realistis melihat potensi jumlah penonton untuk laga melawan Vietnam dan Kamboja,” kata Marsal.

Meski sempat muncul kekhawatiran terkait kondisi Stadion Pakansari, terutama pada bagian atap yang sebelumnya mengalami kerusakan, PSSI memastikan stadion tersebut kini dalam kondisi aman dan siap digunakan.

Dalam beberapa pekan terakhir, stadion yang dibuka sejak 2014 itu memang tengah menjalani renovasi ringan, termasuk perbaikan atap dan peningkatan kualitas rumput lapangan.

“Tim PSSI sudah mengecek langsung ke sana dan semuanya aman. Masih ada cukup waktu sampai akhir Juli, jadi tidak ada masalah,” tambah Marsal.

Pada Piala ASEAN 2026, Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, serta pemenang play-off antara Brunei Darussalam dan Timor Leste. Format kandang-tandang kembali diterapkan pada fase grup.

Di tengah persiapan menuju turnamen regional tersebut, optimisme juga datang dari pemain muda andalan timnas, Marselino Ferdinan. Gelandang berusia 21 tahun itu mengaku terkesan dengan metode latihan pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman.

Marselino baru bergabung dalam pemusatan latihan di Jakarta setelah sebelumnya absen pada FIFA Series Maret akibat cedera. Saat itu, pemain Oxford United yang dipinjamkan ke klub Slovakia, AS Trencin, bahkan tidak masuk dalam daftar skuad sementara.

Kini, kondisinya sudah pulih dan ia menjadi bagian dari 23 pemain Liga Indonesia yang menjalani training camp sejak Selasa (26/5/2026). “Metode latihan dan treatment Coach Herdman sangat baik. Saya merasa diterima dengan sangat bagus di tim ini,” ujar Marselino.

Pemain jebolan Persebaya Surabaya tersebut juga optimistis masa depan Timnas Indonesia akan semakin cerah di bawah kepemimpinan John Herdman. Bahkan, ia percaya target besar PSSI untuk membawa Indonesia tampil di Piala Dunia 2030 bukan sesuatu yang mustahil. “Ya saya yakin tim ini bisa berkembang menjadi tim yang sangat baik ke depannya,” kata Marselino.

Selain dipersiapkan untuk Piala ASEAN 2026, Marselino juga masuk dalam daftar 44 pemain sementara Timnas Indonesia untuk agenda FIFA Match Day Juni 2026 melawan Oman dan Mozambik.

Dengan kombinasi pemain muda berbakat, dukungan suporter, dan pelatih baru yang mulai membangun fondasi tim, harapan publik terhadap kebangkitan Timnas Indonesia kini semakin besar.

(Sumber: PSSI)