GEBRAK.ID, JAKARTA – Timnas Belanda sukses mengakhiri fase grup Piala Dunia 2026 dengan status juara Grup F. Namun, pelatih Ronald Koeman memilih menahan euforia dan langsung mengingatkan anak asuhnya agar fokus menghadapi tantangan berat di babak 32 besar, yakni melawan Maroko.
Belanda memastikan finis di puncak klasemen Grup F usai menundukkan Tunisia dengan skor 3-1 dalam laga terakhir yang berlangsung di GEHA Field at Arrowhead Stadium, Missouri, Amerika Serikat, Jumat (26/6/2026) WIB.
Kemenangan tersebut mengantarkan De Oranje mengoleksi tujuh poin dari tiga pertandingan. Selain menjadi juara grup, Belanda juga tampil impresif sebagai salah satu tim paling produktif sepanjang fase grup dengan torehan 10 gol.
Meski demikian, Koeman menegaskan pencapaian itu belum menjadi jaminan timnya akan melangkah mulus di fase gugur. Menurutnya, Maroko merupakan lawan yang memiliki kualitas tinggi dan layak diwaspadai.
"Saya tidak yakin apakah kami favorit dalam pertandingan melawan Maroko," ujar Koeman seperti dikutip dari laman resmi FIFA.
Pelatih usia 63 tahun itu menyatakan timnya harus bersiap menghadapi Maroko karena itu akan menjadi pertandingan besar. "Mereka tim bagus dengan banyak kualitas dan bisa mencetak gol dengan mudah," jelas dia.
Koeman mengakui performa lini serang Belanda sejauh ini cukup memuaskan. Namun, ia menilai masih ada sejumlah aspek permainan yang wajib diperbaiki jika ingin melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026.
Salah satu perhatian utamanya adalah pertahanan. Belanda tercatat selalu kebobolan dalam tujuh pertandingan terakhir, sebuah catatan yang dinilai bisa menjadi kelemahan saat menghadapi lawan-lawan kuat di fase gugur.
"Anda tidak pernah berhenti belajar dalam sepak bola. Selalu ada momen dalam pertandingan ketika sebagai pelatih Anda berpikir masih ada ruang untuk perbaikan," kata Koeman.
Koeman menyebut organisasi pertahanan, posisi pemain, kekompakan antarlini, hingga transisi dari menyerang ke bertahan menjadi fokus evaluasi tim pelatih menjelang duel kontra Maroko.
Dalam pertandingan melawan Tunisia, Belanda tampil agresif sejak menit-menit awal. Keunggulan bahkan sudah tercipta saat laga baru berjalan tiga menit setelah Ellyes Skhiri melakukan gol bunuh diri ketika berusaha menghalau umpan silang Denzel Dumfries.
Empat menit berselang, Brian Brobbey menggandakan keunggulan melalui penyelesaian akhir memanfaatkan sundulan Virgil van Dijk dari situasi bola mati.
Tunisia sempat membuka asa lewat gol Hazem Mastouri pada menit ke-54. Namun, Belanda kembali menjauh delapan menit kemudian melalui sundulan Jan Paul van Hecke yang memastikan kemenangan 3-1.
Gol ke gawang Tunisia menjadi gol ketiga Brian Brobbey sepanjang Piala Dunia 2026. Ketajaman penyerang muda tersebut menjadi salah satu modal penting Belanda menghadapi babak gugur.
Meski optimistis dengan performa timnya, Koeman menolak berpikir terlalu jauh mengenai peluang Belanda di turnamen ini. Ia menegaskan seluruh perhatian saat ini hanya tertuju pada laga melawan Maroko.
"Saya tidak berpikir kami sudah berada dalam situasi untuk memikirkan hal lain setelah itu. Kami sedang menuju ujian sebenarnya dan itulah yang akan kami persiapkan," tegas Koeman.
Di sisi lain, Tunisia harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan hasil mengecewakan. Tim berjuluk The Eagles of Carthage itu pulang tanpa mengoleksi satu poin pun setelah menelan tiga kekalahan beruntun.
Tunisia sebelumnya dihajar Swedia 1-5, kemudian takluk 0-4 dari Jepang, sebelum kembali menyerah 1-3 di tangan Belanda.
Hasil akhir Grup F memastikan Belanda lolos ke babak 32 besar sebagai juara grup. Jepang menyusul sebagai runner-up, sedangkan Swedia tetap melangkah ke fase gugur lewat jalur peringkat ketiga terbaik.
(Sumber: FIFA)
