Kabar Baik! 45.809 Penerima PIP Lolos PTN dan Berpeluang Dapat KIP Kuliah 2026

Data terbaru dari Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menunjukkan puluhan ribu penerima Program Indonesia Pintar (PIP) berhasil lolos seleksi masuk PTN dan memenuhi syarat untuk menerima bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah 2026. (Foto: Humas Kemendikdasmen)
Editor: Devona R

GEBRAK.ID; JAKARTA – Kesempatan siswa dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri (PTN) semakin terbuka lebar. Data terbaru dari Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menunjukkan puluhan ribu penerima Program Indonesia Pintar (PIP) berhasil lolos seleksi masuk PTN dan memenuhi syarat untuk menerima bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah 2026.

Berdasarkan data resmi, sebanyak 23.814 siswa penerima PIP jenjang SMA/sederajat berhasil lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Seluruhnya dinyatakan memenuhi syarat atau eligible sebagai calon penerima KIP Kuliah.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 60 persen dari total peserta lolos SNBT yang mendaftar program KIP Kuliah. Sementara itu, sebanyak 15.848 peserta atau 40 persen lainnya berasal dari kelompok nonpenerima PIP yang juga memenuhi persyaratan bantuan pendidikan tersebut.

Secara keseluruhan, jumlah pendaftar KIP Kuliah melalui jalur SNBT tahun ini mencapai 86.118 peserta.

Unimed Catat Penerima KIP Kuliah Terbanyak

Dari data per perguruan tinggi negeri (PTN), Universitas Negeri Medan (Unimed) menjadi kampus dengan jumlah calon penerima KIP Kuliah terbanyak melalui jalur SNBT 2026.

Tercatat sekitar 1.754 mahasiswa baru di Unimed berpotensi menerima bantuan tersebut. Posisi berikutnya ditempati Universitas Negeri Padang (UNP) dengan 1.418 calon penerima, disusul Universitas Nusa Cendana (Undana) yang mencatat 1.289 mahasiswa.

Data juga menunjukkan mayoritas calon penerima KIP Kuliah berasal dari kelompok masyarakat yang masuk kategori ekonomi rentan berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Kelompok Desil 2 menjadi yang terbanyak dengan 6.350 pendaftar, diikuti Desil 3 sebanyak 6.236 orang, Desil 1 sebanyak 6.120 orang, serta Desil 4 sebanyak 5.108 orang.

Ribuan Penerima PIP Juga Lolos Lewat Jalur Prestasi

Selain melalui jalur tes, siswa penerima PIP juga mencatatkan hasil positif pada Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026.

Sebanyak 21.995 penerima PIP berhasil lolos melalui jalur prestasi dan memenuhi syarat sebagai calon penerima KIP Kuliah. Persentasenya bahkan lebih tinggi dibandingkan jalur SNBT, yakni mencapai sekitar 67 persen dari total peserta yang lolos dan mendaftar KIP Kuliah melalui SNBP.

Dari jumlah tersebut, peserta yang berasal dari Desil 2 mencapai 5.998 orang, sementara dari Desil 3 sebanyak 5.835 orang.

Jika digabungkan antara jalur SNBP dan SNBT, total terdapat 45.809 penerima PIP yang berhasil menembus PTN dan berpotensi menerima bantuan KIP Kuliah pada 2026.

Akses Pendidikan Tinggi Makin Terbuka

Program KIP Kuliah merupakan salah satu instrumen pemerintah untuk memastikan mahasiswa dari keluarga kurang mampu tetap dapat melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya. Bantuan ini mencakup biaya pendidikan dan bantuan biaya hidup selama masa studi sesuai ketentuan yang berlaku.

Tingginya jumlah penerima PIP yang berhasil lolos ke PTN menunjukkan bahwa akses pendidikan bagi kelompok ekonomi rentan terus mengalami peningkatan. Hal ini sekaligus menjadi indikator bahwa berbagai program bantuan pendidikan pemerintah mulai memberikan dampak nyata terhadap pemerataan kesempatan belajar di Indonesia.

(Sumber: KIP)