![]() |
| Pemprov DKI Jakarta memperpanjang jalur LRT Jakarta dari Manggarai hingga Dukuh Atas. (Foto: Wikipedia) |
GEBRAK.ID; JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memutuskan memperpanjang jalur LRT Jakarta dari Manggarai hingga Dukuh Atas pada Juni 2026. Keputusan ini menjadi langkah penting dalam pengembangan transportasi massal terintegrasi di ibu kota sekaligus memperkuat konektivitas antarmoda seperti MRT, KRL Commuter Line, TransJakarta, hingga kereta bandara.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyetujui perpanjangan proyek LRT Jakarta setelah mempertimbangkan kebutuhan transportasi publik dan kemampuan fiskal daerah. Awalnya, pembangunan LRT Fase 1B hanya direncanakan sampai Manggarai. Namun kini jalur tersebut akan diteruskan sekitar 2 kilometer hingga kawasan Dukuh Atas.
Panjang Jalur Bertambah Jadi 14,2 Kilometer
Dengan tambahan lintasan menuju Dukuh Atas, total panjang koridor Pegangsaan Dua–Velodrome–Manggarai–Dukuh Atas mencapai sekitar 14,2 kilometer dengan total 12 stasiun. Perpanjangan tersebut membutuhkan tambahan investasi sekitar Rp2,7 triliun di luar anggaran pembangunan Fase 1B yang sebelumnya mencapai sekitar Rp5,5 triliun.
Saat ini, proyek LRT Jakarta Fase 1B Velodrome–Manggarai sepanjang 6,4 kilometer telah mencapai progres lebih dari 92 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus 2026.
Dukuh Atas Jadi Simpul Transportasi Terbesar
Pemilihan Dukuh Atas bukan tanpa alasan. Kawasan ini merupakan salah satu pusat transit terbesar di Indonesia yang menghubungkan berbagai moda transportasi publik.
Jika jalur LRT Jakarta sudah tersambung ke Dukuh Atas, penumpang akan lebih mudah berpindah ke:
MRT Jakarta
KRL Commuter Line
TransJakarta
Kereta Bandara Soekarno-Hatta
LRT Jabodebek melalui kawasan transit Dukuh Atas.
Integrasi tersebut diharapkan membuat masyarakat lebih mudah menggunakan transportasi umum tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi.
DKI Bidik LRT Mengelilingi Jakarta
Pemprov DKI juga menyiapkan rencana jangka panjang untuk membentuk jaringan LRT berbentuk "loop" atau melingkar yang menghubungkan berbagai kawasan strategis Jakarta.
Setelah koridor Dukuh Atas selesai, pengembangan berikutnya diarahkan ke wilayah utara seperti Jakarta International Stadium, Ancol, Pantai Indah Kapuk (PIK), hingga Bandara Soekarno-Hatta. Skema pembiayaan ke depan juga membuka peluang kerja sama dengan sektor swasta melalui skema KPBU agar pembangunan tidak sepenuhnya membebani APBD.
Kemacetan Jakarta Jadi Alasan Utama
Percepatan pembangunan LRT dilakukan di tengah meningkatnya jumlah kendaraan bermotor di Jakarta. Data menunjukkan pertumbuhan kendaraan jauh lebih cepat dibanding penambahan panjang jalan. Kondisi tersebut membuat kebutuhan transportasi massal berbasis rel semakin mendesak untuk mengurangi kemacetan dan emisi kendaraan.
Dengan tersambungnya LRT Jakarta hingga Dukuh Atas, pemerintah berharap semakin banyak warga beralih ke transportasi umum karena perjalanan menjadi lebih cepat, nyaman, dan terintegrasi.
(berbagai sumber)
