Editor: A. Rayyan K
Juara dunia dua kali MotoGP, Francesco “Pecco” Bagnaia, resmi memutuskan
bergabung dengan Aprilia Racing mulai musim 2027 setelah mengakhiri
kebersamaannya dengan Ducati Lenovo Team. (Foto: MotoGP)
GEBRAK.ID – Bursa transfer pembalap MotoGP kembali menghadirkan kejutan besar. Juara dunia dua kali MotoGP, Francesco “Pecco” Bagnaia, resmi memutuskan bergabung dengan Aprilia Racing mulai musim 2027 setelah mengakhiri kebersamaannya dengan Ducati Lenovo Team.
Keputusan tersebut menjadi salah satu perpindahan paling mengejutkan dalam beberapa tahun terakhir, mengingat Bagnaia selama ini identik dengan Ducati dan menjadi bagian penting dari kesuksesan pabrikan asal Bologna tersebut di ajang MotoGP.
Kepastian bergabungnya pembalap Italia bernomor 63 itu diumumkan Aprilia Racing pada Kamis (25/6/2026). Bagnaia akan memperkuat tim pabrikan asal Noale hingga musim 2027 dan menjadi bagian dari proyek besar Aprilia menghadapi era baru MotoGP dengan regulasi teknis yang mulai berlaku pada musim tersebut.
CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, menyambut antusias kedatangan salah satu pembalap tersukses di grid MotoGP saat ini.
“Kami akan memberikan dia dan keluarganya sambutan hangat. Namun sebelum itu, kami akan mencoba mengalahkannya terlebih dahulu. Memiliki beberapa juara dunia adalah tanggung jawab yang sangat kami nantikan,” ujar Rivola seperti dikutip dari MotoGP.
Duet Sesama Italia yang Dinilai Ideal
Kedatangan Bagnaia sekaligus memastikan terbentuknya duet sesama pembalap Italia di tim utama Aprilia. Ia akan berpasangan dengan Marco Bezzecchi yang selama ini menjadi salah satu talenta terbaik Negeri Pizza di kelas premier.
Menurut Rivola, kombinasi Bagnaia dan Bezzecchi bukan sekadar soal kecepatan di lintasan, tetapi juga bagian dari visi besar untuk memperkuat identitas olahraga Italia di level dunia.
“Michele Colaninno dan saya memiliki visi yang sama untuk mendukung talenta Italia. Karena itu, kami memikirkan Marco dan Pecco bersama-sama untuk membuka babak baru Aprilia Racing,” kata Rivola.
Ia juga menilai kehadiran Bagnaia menjadi simbol kekuatan olahraga Italia yang tengah bersinar di berbagai cabang olahraga internasional.
Rivola menyinggung sejumlah prestasi atlet Italia dalam beberapa waktu terakhir, mulai dari kiprah sensasional Kimi Antonelli di Formula 1, dominasi Jannik Sinner di tenis dunia, hingga pencapaian Federica Brignone menjelang Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026.
Jorge Martin Dipastikan Pergi
Masuknya Bagnaia ke Aprilia secara otomatis mengubah komposisi pembalap tim untuk musim depan. Situasi ini membuat masa depan Jorge Martin bersama Aprilia dipastikan berakhir.
Meski belum diumumkan secara resmi ke mana Martin akan berlabuh, kehadiran Bagnaia menjadi sinyal kuat bahwa juara dunia tersebut tidak lagi masuk dalam rencana jangka panjang tim asal Noale.
Di sisi lain, kepergian Bagnaia dari Ducati juga membuka babak baru bagi pabrikan yang selama beberapa musim terakhir mendominasi MotoGP.
Posisi pembalap berusia 29 tahun itu kabarnya akan diisi oleh bintang muda Pedro Acosta, yang disebut-sebut bakal berduet dengan Marc Marquez dalam susunan pembalap Ducati musim mendatang.
Rekam Jejak Gemilang Pecco Bagnaia
Bagnaia bukan nama sembarangan di MotoGP. Pembalap asal Turin itu memulai karier di kelas Moto3 pada 2013 sebelum meraih gelar juara dunia Moto2 pada 2018.
Setelah promosi ke MotoGP, kariernya terus menanjak hingga berhasil merebut gelar juara dunia pada musim 2022 dan 2023 secara beruntun.
Sepanjang kariernya di kelas utama, Bagnaia telah mengoleksi 41 kemenangan, 86 podium, dan 35 pole position. Catatan tersebut menempatkannya sebagai salah satu pembalap Italia tersukses sepanjang sejarah MotoGP, hanya berada di bawah legenda besar seperti Giacomo Agostini dan Valentino Rossi.
Dengan pengalaman, mental juara, dan kemampuan teknis yang dimilikinya, Bagnaia diharapkan menjadi sosok penting dalam pengembangan motor RS-GP generasi baru yang akan digunakan Aprilia pada era regulasi 2027.
Kini, perhatian para penggemar MotoGP tertuju pada bagaimana duet Bagnaia dan Bezzecchi mampu membawa Aprilia menantang dominasi para rival dan berburu gelar juara dunia yang selama ini masih menjadi impian besar pabrikan asal Italia tersebut.
(Sumber: MotoGP)