![]() |
| PT MRT Jakarta menargetkan segmen pertama proyek MRT Fase 2A dari Bundaran HI hingga Monas mulai beroperasi pada akhir 2027. (Foto: tangkapan layar) |
GEBRAK.ID;JAKARTA – Penumpang MRT Jakarta akan segera menikmati perjalanan yang lebih jauh ke pusat ibu kota. PT MRT Jakarta menargetkan segmen pertama proyek MRT Fase 2A dari Bundaran HI hingga Monas mulai beroperasi pada akhir 2027. Dengan beroperasinya jalur baru ini, Stasiun Bundaran HI yang selama ini menjadi stasiun akhir tidak lagi berstatus terminus, karena perjalanan akan berlanjut hingga Stasiun Monas.
Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, pada Rabu (3/6/2026) mengungkapkan bahwa pengoperasian dilakukan secara bertahap seiring progres pembangunan MRT Fase 2A yang menghubungkan Bundaran HI hingga Kota. Segmen Bundaran HI–Monas menjadi prioritas untuk dibuka lebih awal sebelum keseluruhan jalur selesai dibangun.
Menurut data terbaru MRT Jakarta, progres pembangunan koridor Bundaran HI hingga Kota telah mendekati 60 persen per akhir April 2026. Khusus segmen Bundaran HI hingga Harmoni, progres konstruksinya sudah mencapai lebih dari 90 persen dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir tahun ini.
Monas Akan Terhubung dengan MRT
Pembangunan MRT Fase 2A mencakup tujuh stasiun bawah tanah, yakni Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota. Kehadiran Stasiun Monas diharapkan meningkatkan akses masyarakat menuju kawasan pusat pemerintahan, perkantoran, hingga destinasi wisata nasional seperti Monumen Nasional.
MRT Jakarta menargetkan uji coba operasional segmen Bundaran HI–Monas dilakukan pada pertengahan 2027 sebelum dibuka untuk masyarakat pada akhir tahun yang sama. Setelah itu, pembangunan akan dilanjutkan hingga Stasiun Kota dengan target operasional penuh pada 2029.
Terowongan Ditargetkan Tersambung pada 2026
Selain pembangunan stasiun, pengerjaan terowongan bawah tanah juga terus dikebut. MRT Jakarta menargetkan seluruh terowongan dari Bundaran HI hingga Kota tersambung pada September 2026. Setelah pekerjaan sipil selesai, fokus proyek akan beralih ke pemasangan rel, sistem persinyalan, dan pengujian operasional kereta.
Proyek MRT Fase 2A merupakan bagian dari pengembangan Jalur Utara-Selatan MRT Jakarta yang nantinya menghubungkan Lebak Bulus hingga Kota. Dalam jangka panjang, jalur tersebut dirancang untuk memperluas jaringan transportasi massal ibu kota dan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.
Dampak bagi Mobilitas Jakarta
Ketika segmen Monas mulai beroperasi, kawasan pusat Jakarta akan memiliki konektivitas transportasi yang lebih baik. Penumpang MRT dapat mengakses area pemerintahan, pusat bisnis, dan berbagai moda transportasi lain dengan waktu tempuh yang lebih singkat. Integrasi dengan TransJakarta dan jaringan transportasi massal lainnya juga akan semakin memperkuat sistem angkutan umum Jakarta.
Dengan target operasional akhir 2027, masyarakat kini tinggal menunggu momen ketika perjalanan MRT tidak lagi berhenti di Bundaran HI, melainkan menembus kawasan Monas sebagai pusat baru mobilitas ibu kota.
(berbagai sumber)
