![]() |
| Nanik S Deyang ditunjuk sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru menggantikan Dadan Hindayana. (Foto: Wikipedia) |
Editor: Dinar Kencana
GEBRAK.ID; JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto resmi menunjuk Nanik Sudaryati Deyang atau Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru menggantikan Dadan Hindayana. Pergantian pimpinan lembaga yang menjadi ujung tombak pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu diumumkan pemerintah pada Selasa (2/6/2026) setelah melalui proses evaluasi selama sekitar 1,5 tahun.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa Presiden RI memutuskan melakukan penyegaran kepemimpinan BGN sebagai bagian dari evaluasi terhadap kinerja lembaga tersebut. Selain menunjuk Nanik sebagai Kepala BGN, pemerintah juga mengangkat Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai wakil kepala baru.
Siapa Nanik S Deyang?
Nanik Sudaryati Deyang lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968. Sebelum berkiprah di dunia birokrasi dan politik, ia dikenal sebagai jurnalis senior yang memulai kariernya sebagai wartawati di Tabloid Bangkit, bagian dari kelompok media nasional. Pengalaman panjang di bidang komunikasi kemudian menjadi salah satu modal penting dalam perjalanan kariernya di sektor publik.
Karier Nanik di pemerintahan semakin menanjak setelah dipercaya menjadi Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan pada 2024. Pada Juni 2025, ia juga ditunjuk sebagai Komisaris Independen PT Pertamina (Persero).
Peran Strategis di Badan Gizi Nasional
Pada September 2025, Presiden Prabowo melantik Nanik sebagai Wakil Kepala BGN. Dalam struktur organisasi lembaga tersebut, ia membidangi komunikasi publik dan investigasi, mendampingi Dadan Hindayana dalam menjalankan program pemenuhan gizi nasional.
Tak lama setelah menjabat wakil kepala, Nanik mendapat tugas tambahan sebagai Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 28 Tahun 2025. Posisi itu membuatnya berperan penting dalam koordinasi lintas kementerian dan lembaga guna memastikan program MBG berjalan efektif di seluruh Indonesia.
Sepanjang 2025 hingga 2026, Nanik aktif mengawal implementasi MBG, mulai dari pengawasan dapur penyedia makanan bergizi, penguatan komunikasi publik, hingga evaluasi pelaksanaan program di berbagai daerah. Ia juga beberapa kali menegaskan pentingnya menjaga kualitas layanan dan mencegah program tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan bisnis semata.
Tantangan Sebagai Kepala BGN
Penunjukan Nanik terjadi di tengah besarnya perhatian publik terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo. Sebagai Kepala BGN yang baru, ia dihadapkan pada tantangan memperluas cakupan layanan, meningkatkan pengawasan kualitas makanan, memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, serta memastikan penggunaan anggaran berjalan efektif dan transparan.
Dengan latar belakang sebagai jurnalis, politikus, dan pejabat publik yang telah terlibat langsung dalam pengelolaan MBG, Nanik diharapkan mampu membawa BGN memasuki fase baru pelaksanaan program gizi nasional yang lebih terukur dan berdampak bagi masyarakat.
(berbagai sumber)
