![]() |
| Disdik Jabar mengumumkan perpanjangan masa PCMB hingga 9 Juni 2026 pukul 21.00 WIB. (Foto: Instagram) |
GEBRAK.ID; BANDUNG – Pengumuman hasil seleksi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Manusia Unggul atau Sekolah Maung Jawa Barat (Jabar) Tahun Ajaran 2026/2027 yang dirilis Senin (8/6/2026) justru memicu gelombang kritik dari calon murid jalur reguler.
Bukan soal hasil seleksi yang menjadi sorotan, melainkan keputusan Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar yang memperpanjang masa Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) bagi peserta Sekolah Maung yang tidak lolos seleksi.
Kebijakan tersebut dinilai merugikan peserta jalur reguler yang telah mengikuti proses pendaftaran sejak 29 Mei 2026 dan menunggu penutupan pendaftaran sesuai jadwal awal pada Senin (8/6/2026).
Hasil seleksi Sekolah Maung diumumkan mulai Senin pukul 10.00 WIB melalui laman resmi SPMB. Awalnya sesuai jadwal, peserta yang dinyatakan tidak lolos masih diberikan kesempatan mendaftar ke SMA Negeri, SMK Negeri, maupun sekolah swasta kerja sama Pemerintah Provinsi Jabar pada Senin hingga pukul 24.00 WIB.
Namun kemudian Disdik Jabar justru mengumumkan perpanjangan masa PCMB hingga Selasa, 9 Juni 2026, pukul 21.00 WIB.
"Masa pendaftaran dan tahapan PCMB resmi diperpanjang hingga 9 Juni 2026 pukul 21.00 WIB," tulis Disdik Jabar melalui akun media sosial resminya.
Gelombang Penolakan di Media Sosial
Alih-alih disambut positif, kebijakan tersebut justru memancing reaksi keras dari calon murid jalur reguler. Ribuan komentar membanjiri unggahan Disdik Jabar.
Hingga Senin malam, jumlah komentar pada unggahan terkait telah menembus lebih dari 7.900 tanggapan, sebagian besar berisi keluhan dan penolakan terhadap perpanjangan waktu tersebut.
Banyak siswa mengaku khawatir posisi mereka dalam peringkat seleksi akan tergeser oleh peserta Sekolah Maung yang umumnya memiliki nilai akademik lebih tinggi.
"Jangan cuma mikirin anak-anak Maung yang tidak lolos, pikirkan juga yang reguler. Jangan seenaknya begitu," tulis salah seorang warganet.
Keluhan serupa datang dari peserta lain yang merasa aturan berubah mendadak ketika proses seleksi hampir selesai.
"Kenapa harus ada perpanjangan waktu? Kami juga sudah menunggu sampai hari terakhir karena takut tergeser. Harusnya peserta Maung masuk tahap berikutnya saja, bukan ikut ke jalur yang sedang berjalan," tulis peserta lainnya.
Adapula yang menilai keputusan tersebut mencederai prinsip keadilan dalam penerimaan peserta didik baru.
"Saya tidak menolak perubahan sistem, tapi setiap kebijakan harus mempertimbangkan keadilan, transparansi, dan kondisi nyata yang dihadapi siswa. Pendidikan adalah hak setiap anak, jangan sampai proses penerimaan justru menimbulkan rasa ketidakadilan," tulis seorang calon murid.
Kekhawatiran Posisi Ranking Berubah
Kekhawatiran terbesar peserta reguler adalah kemungkinan berubahnya posisi ranking setelah masuknya peserta Sekolah Maung yang gagal lolos.
Sejumlah siswa mengaku sudah berada di dalam kuota sementara dan berharap proses seleksi segera ditutup sesuai jadwal. Namun dengan adanya tambahan waktu pendaftaran, mereka khawatir posisi aman yang selama ini dipertahankan bisa berubah dalam hitungan jam.
"Banyak yang sudah di luar kuota saja menangis, apalagi yang masih berada di batas aman. Deg-degan terus karena takut tergeser," tulis seorang peserta.
Keluhan lain bahkan menyinggung soal konsistensi penyelenggara.
"Disdik mengajarkan siswa disiplin waktu, tapi aturan justru berubah di detik-detik terakhir. Tolong pikirkan juga nasib anak-anak reguler yang sudah patuh mengikuti jadwal sejak awal," tulis komentar lainnya.
Disdik Jabar Beri Kesempatan Kedua
Di sisi lain, Disdik Jabar beralasan perpanjangan waktu diberikan agar peserta Sekolah Maung yang belum berhasil lolos tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan di sekolah negeri maupun sekolah swasta mitra pemerintah.
Peserta yang belum menyelesaikan seluruh tahapan PCMB diminta segera memanfaatkan waktu tambahan yang tersedia sebelum batas akhir pendaftaran berakhir.
Meski demikian, polemik yang muncul menunjukkan bahwa kebijakan tersebut masih menyisakan pertanyaan mengenai aspek keadilan dan kepastian aturan dalam pelaksanaan SPMB tahun ini.
Publik kini menunggu apakah Disdik Jabar akan memberikan penjelasan lebih lanjut terkait banyaknya keberatan dari calon murid jalur reguler yang merasa peluang mereka semakin mengecil akibat perubahan kebijakan di pengujung masa seleksi.
(Sumber: Instagram Disdik Jabar)
JANGAN TERLEWATKAN Hasil SPMB Sekolah Maung Jabar 2026 Diumumkan Hari Ini, Cek Link Resmi dan Tahapan Selanjutnya
