Editor: Devona R
Proses seleksi ujian masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). (Foto: Kemenag RI)
GEBRAK.ID; JAKARTA – Minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terus menunjukkan tren positif. Seleksi nasional Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) 2026 tercatat diikuti sebanyak 64.479 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Pelaksanaan ujian berlangsung secara serentak pada 8–14 Juni 2026 dengan sejumlah inovasi baru yang diterapkan dalam proses pendaftaran maupun pelaksanaan seleksi.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI, Amien Suyitno, menyampaikan bahwa jumlah pendaftar tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya.
“Kita patut bersyukur karena jumlah pendaftar dan angka registrasi tahun ini mengalami peningkatan yang signifikan. Ada banyak inovasi serta metode baru yang kita munculkan pada proses pendaftaran tahun ini,” ujar Suyitno di Jakarta, Senin (8/6/2026).
Berdasarkan data panitia nasional, Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah pendaftar terbanyak, yakni mencapai 9.245 peserta. Posisi berikutnya ditempati Jawa Timur dengan 8.971 pendaftar, disusul Jawa Tengah sebanyak 7.440 peserta.
Sementara itu, Aceh berada di urutan keempat dengan 4.083 pendaftar dan Sumatera Utara menempati posisi kelima dengan 3.956 peserta.
Menurut Suyitno, meningkatnya jumlah peserta tidak terlepas dari upaya aktif berbagai kampus PTKIN yang melakukan pendekatan langsung kepada calon mahasiswa melalui berbagai program sosialisasi dan promosi pendidikan.
“Terima kasih kepada seluruh panitia dan pimpinan PTKIN yang telah bekerja maksimal. Ini menunjukkan bahwa program studi di PTKIN semakin diminati dan terbuka bagi siapa saja dari berbagai latar belakang,” kata Suyitno.
Peserta Difabel dan Non-Muslim Ikut Bertambah
Salah satu hal menarik dalam UM-PTKIN 2026 adalah meningkatnya partisipasi peserta dari kelompok difabel dan masyarakat lintas agama. Kondisi ini menunjukkan semakin terbukanya PTKIN sebagai institusi pendidikan tinggi yang inklusif dan ramah bagi semua kalangan.
Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN, Abdul Aziz, mengungkapkan bahwa tahun ini terdapat 43 peserta difabel yang mengikuti seleksi. Mereka terdiri atas 11 peserta tunanetra, 8 tunarungu, 7 tunadaksa, dan 17 peserta tunagrahita.
“Kami memastikan seluruh lokasi ujian menyediakan fasilitas yang memadai dan akses yang ramah bagi peserta difabel agar mereka dapat mengikuti seleksi dengan nyaman,” ujar Aziz.
Tak hanya itu, UM-PTKIN 2026 juga diikuti oleh 20 peserta non-Muslim. Rinciannya, 17 peserta beragama Kristen, dua beragama Katolik, dan satu peserta berasal dari aliran Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Mahasiswa Asing Ikut Ambil Bagian
Panitia juga mencatat adanya peserta dari luar negeri yang turut mengikuti seleksi tahun ini. Salah satunya berasal dari Papua Nugini yang ingin melanjutkan studi di perguruan tinggi keagamaan di Indonesia.
Kehadiran peserta internasional tersebut menjadi bukti bahwa PTKIN semakin dikenal luas dan memiliki daya tarik tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di tingkat regional.
“Kami bangga karena tahun ini terdapat mahasiswa asing yang ikut ambil bagian dalam UM-PTKIN untuk menempuh pendidikan di Indonesia,” kata Aziz.
Peningkatan jumlah pendaftar, tingginya partisipasi kelompok difabel, serta keterlibatan peserta lintas agama dan warga negara asing menjadi gambaran bahwa PTKIN kini berkembang menjadi ruang pendidikan yang lebih inklusif, terbuka, dan mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
(Sumber: Kemenag RI)