Skuad Korsel Disambut Cemoohan Usai Gagal di Piala Dunia, Suporter Teriakkan Desakan Mundur untuk Myung-bo

Timnas sepak bola Korea Selatan yang gagal di Piala Dunia 2026. (Foto: KFA)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID – Kegagalan Timnas Korea Selatan (Korsel) di Piala Dunia 2026 berbuntut panjang. Alih-alih mendapat sambutan hangat saat kembali ke tanah air, skuad Taegeuk Warriors justru harus menghadapi kemarahan para pendukung yang kecewa dengan hasil buruk di turnamen empat tahunan tersebut.

Rombongan tim yang dipimpin pelatih Hong Myung-bo tiba di Bandara Internasional Incheon pada Selasa (30/6/2026) pagi waktu setempat. Sejumlah pemain seperti Kim Min-jae, Hwang Hee-chan, dan Lee Kang-in turut berada dalam rombongan yang kembali ke Korea Selatan.

Namun, suasana di bandara jauh dari kesan meriah. Ratusan suporter telah memadati area kedatangan dengan membawa spanduk protes, pengeras suara, hingga tabuhan drum sebagai bentuk kekecewaan terhadap performa tim nasional.

Mengutip laporan media Korea, KBS, massa langsung melontarkan berbagai teriakan bernada kritik kepada pelatih dan para pemain sesaat setelah rombongan tiba.

"Mundur, Hong Myung-bo!" teriak sejumlah suporter.

Suporter lainnya juga melontarkan seruan keras seperti, "Pergi dari Korea!"

Tak berhenti di situ, beberapa pendukung bahkan membawa spanduk berisi kritik terhadap federasi dan tim nasional. Ada pula yang menyindir besarnya gaji yang diterima pelatih dengan mengatakan, "Saya juga mau dibayar 2 miliar won," serta menyuarakan kekhawatiran bahwa "sepak bola Korea telah mati."

Situasi tersebut memperlihatkan betapa besarnya ekspektasi publik terhadap Timnas Korsel yang dalam beberapa edisi terakhir mampu tampil kompetitif di level dunia.

Di tengah sorotan media dan tekanan dari para suporter, Hong Myung-bo akhirnya memberikan tanggapan singkat. Pelatih berusia 57 tahun itu mengaku belum memiliki kata-kata yang dapat disampaikan kepada publik.

"Tak ada yang bisa saya katakan untuk penggemar," ujar Hong Myung-bo singkat.

Kekecewaan publik bukan tanpa alasan. Korea Selatan datang ke Piala Dunia 2026 dengan harapan mampu kembali menembus fase gugur seperti yang mereka capai pada edisi sebelumnya.

Namun kenyataannya, perjalanan Son Heung-min dan kolega justru terhenti lebih cepat. Mereka memang membuka turnamen dengan kemenangan atas Republik Ceko, tetapi kemudian menelan dua kekalahan beruntun dari Meksiko dan Afrika Selatan.

Hasil tersebut membuat Korea Selatan hanya finis di posisi ketiga Grup A. Raihan poin yang dikumpulkan juga tidak cukup untuk membawa mereka masuk dalam daftar tim peringkat ketiga terbaik yang berhak lolos ke babak 32 besar.

Kegagalan itu menjadi kemunduran dibanding pencapaian pada Piala Dunia sebelumnya ketika Taegeuk Warriors berhasil melaju hingga babak 16 besar.

Tekanan terhadap Hong Myung-bo kini diperkirakan akan semakin besar. Selain evaluasi dari Federasi Sepak Bola Korea (KFA), desakan dari publik juga diprediksi menjadi salah satu faktor yang akan menentukan masa depan sang pelatih.

Bagi Korea Selatan, hasil ini menjadi pekerjaan rumah besar untuk membangun kembali kekuatan tim nasional menjelang agenda internasional berikutnya, termasuk persiapan menghadapi kualifikasi turnamen besar di masa mendatang.

(Sumber: KBS)