Editor: Dinar Kencana
GEBRAK.ID,JAKARTA – Pengajuan visa untuk perjalanan ke luar negeri kini semakin mudah dilakukan. Platform layanan visa digital SPUN bersama Privy menghadirkan layanan pengajuan visa berbasis digital yang dapat diakses masyarakat melalui aktivasi di Stasiun MRT Blok A, Jakarta, mulai 8 Juni hingga 7 Juli 2026.
Kolaborasi tersebut bertujuan menyederhanakan proses registrasi dan verifikasi identitas sehingga masyarakat tidak perlu lagi menghadapi prosedur yang berbelit saat mengajukan visa.
CEO dan Co-Founder SPUN, Christa Sabathaly, mengatakan inovasi ini hadir di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat, baik untuk kebutuhan wisata, pendidikan, maupun perjalanan bisnis.
"Kami ingin menunjukkan bahwa pengurusan visa kini dapat dilakukan dengan lebih sederhana dan aman melalui proses digital," ujar Christa dalam keterangan resmi, Jumat (19/6/2026).
Tren Perjalanan ke Luar Negeri Terus Meningkat
Peluncuran layanan tersebut didukung oleh tren positif sektor pariwisata dan perjalanan internasional.
Data Kementerian Pariwisata menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia sepanjang Januari hingga April 2026 mencapai 4,68 juta kunjungan, meningkat 8,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, devisa pariwisata juga menunjukkan pertumbuhan positif di tengah dinamika ekonomi global.
Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perjalanan wisatawan nasional ke luar negeri pada Maret 2026 mencapai 793.160 perjalanan, atau naik 36,26 persen secara tahunan, menandakan semakin tingginya minat masyarakat Indonesia untuk bepergian ke berbagai negara.
Hilangkan Kerumitan Pengajuan Visa
Selama ini, proses pengajuan visa sering dianggap menyulitkan karena pemohon harus mengumpulkan banyak dokumen, menyesuaikan ketentuan pas foto yang berbeda di setiap negara, serta mengisi formulir secara berulang.
Untuk mengatasi kendala tersebut, SPUN menggandeng Privy sebagai Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) yang memiliki kewenangan melakukan verifikasi identitas pengguna sekaligus menerbitkan sertifikat elektronik.
Melalui integrasi ini, pengguna dapat mengakses layanan SPUN menggunakan fitur Login with Privy maupun melalui PrivyHub tanpa perlu melakukan registrasi ulang.
Dalam satu bulan sejak integrasi diterapkan, ribuan pengguna telah memanfaatkan identitas digital Privy untuk mengakses layanan pengajuan visa SPUN.
Sasar Profesional, Pelajar, hingga Keluarga
Christa menjelaskan, Stasiun MRT Blok A dipilih karena menjadi titik pertemuan berbagai kalangan, mulai dari pekerja profesional yang akan menghadiri konferensi internasional, pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri, hingga keluarga yang sedang merencanakan liburan.
Untuk memperluas layanan, SPUN juga menggandeng ChinaGo sebagai mitra destinasi China serta AFS Bina Antar Budaya, organisasi yang telah lama bergerak dalam program pertukaran pelajar internasional.
Menurut Christa, perjalanan ke luar negeri bukan hanya untuk berwisata, tetapi juga membuka peluang belajar, mengembangkan diri, dan membangun jaringan lintas budaya.
Tawarkan Pendampingan dan Garansi Pengembalian Dana
SPUN menegaskan bahwa salah satu hambatan terbesar masyarakat bukan terletak pada kelayakan pemohon, melainkan persepsi bahwa pengajuan visa rumit serta maraknya praktik oknum yang menawarkan jaminan kelulusan visa dengan biaya tinggi.
Sebagai agen perjalanan wisata dan jasa konsultasi pariwisata yang telah terdaftar, SPUN menawarkan layanan pengajuan visa digital dengan perlindungan data yang aman, pendampingan dokumen untuk lebih dari 400 jenis visa di lebih dari 90 negara, serta garansi pengembalian dana apabila visa ditolak, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
Integrasi dengan Privy melalui fitur PrivyHub juga memungkinkan pengguna yang telah memiliki identitas digital terverifikasi untuk langsung menggunakan layanan SPUN tanpa harus mengulang proses pendaftaran dari awal, sehingga proses onboarding menjadi lebih cepat dan efisien.
( berbagai sumber)
