![]() |
| Pramono Anung siapkan 11 rusun baru di Jakarta. Dua proyek di Marunda dan Rorotan segera dibangun demi hunian terjangkau bagi warga. ( Foto: ilustrasi rusun Wikipedia) |
Editor: Damar Pratama
GEBRAK.ID,JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempercepat penyediaan hunian vertikal dengan membangun 11 rumah susun (rusun) baru yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Program ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan tempat tinggal masyarakat, terutama pasangan muda yang baru menikah.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan tingginya harga hunian di Jakarta masih menjadi tantangan besar bagi masyarakat untuk memiliki rumah. Karena itu, pembangunan rusun diproyeksikan menjadi salah satu solusi penyediaan hunian layak dengan biaya yang lebih terjangkau.
"Saya berharap pembangunan rumah susun ini juga akan bisa menjawab kegelisahan, terutama bagi para pengantin muda untuk punya rumah di Jakarta," ujar Pramono di kawasan Latumenten, Jakarta Barat, Kamis (2/7/2026).
Pramono menjelaskan, dari total 11 rusun yang telah direncanakan, dua proyek akan menjadi prioritas pembangunan dalam waktu dekat, yakni Rusun Marunda Klaster C dan Rusun Rorotan IX, keduanya berada di Jakarta Utara.
Rusun Marunda Klaster C akan dibangun dengan lima menara (tower), sedangkan Rusun Rorotan IX dirancang memiliki tujuh tower. Kedua proyek tersebut menjadi tahap awal dari pengembangan hunian vertikal yang akan dilakukan secara bertahap.
"Di APBD kita direncanakan ada pembangunan 11 rumah susun baru milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dari 11 itu, dua yang akan dibangun dalam waktu dekat ini yaitu Marunda Klaster C dan Rorotan Sembilan," kata Pramono.
Selain dua lokasi tersebut, Pemprov DKI juga telah menyiapkan sembilan titik pembangunan lainnya. Berdasarkan usulan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta, lokasi yang masuk dalam rencana pembangunan meliputi Muara Angke, Komarudin, Cakung KM 2, Rusun Tongkol Tahap III, Marunda Klaster A, Marunda Klaster B, Semper Cakung Drain, Bojong Indah, dan Daan Mogot KM 18.
Kepala DPRKP DKI Jakarta, Kelik Indriyanto, sebelumnya menyampaikan bahwa pembangunan 11 rusun tersebut juga diusulkan mendapat dukungan pemerintah pusat melalui Program Tiga Juta Rumah yang dijalankan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Menurutnya, kolaborasi pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat Jakarta.
Pemprov DKI juga menegaskan bahwa sasaran penghuni rusun nantinya tidak hanya masyarakat yang masuk dalam program pemerintah, tetapi juga masyarakat umum yang memenuhi persyaratan sesuai ketentuan dalam Pergub Nomor 111 Tahun 2024.
Pramono menambahkan, pembangunan rusun dilakukan karena kebutuhan hunian vertikal di Jakarta terus meningkat seiring terbatasnya lahan dan tingginya harga properti. Dengan penambahan 11 rusun baru, pemerintah berharap semakin banyak warga, khususnya keluarga muda, dapat tinggal di Jakarta dengan akses hunian yang lebih terjangkau sekaligus dekat dengan pusat aktivitas ekonomi.
(berbagai sumber)
