ASEAN Sepakati Rencana Kerja Pendidikan 2026-2030, AI dan STEM Jadi Prioritas Utama

Negara-negara anggota ASEAN resmi memperkuat komitmen kerja sama di sektor pendidikan melalui peluncuran ASEAN Work Plan on Education 2026–2030 dalam 14th ASEAN Education Ministers Meeting (ASED) yang digelar di Singapura, Kamis (23/7/2026).  Mendikdasmen RI Abdul Mu'ti turut menghadiri forum para menteri pendidikan ASEAN yang mengusung tema Strengthening ASEAN through Education. (Foto: Humas Kemendikdasmen)
Editor: Endro Yuwanto

GEBRAK.ID, SINGAPURA -- Negara-negara anggota ASEAN resmi memperkuat komitmen kerja sama di sektor pendidikan melalui peluncuran ASEAN Work Plan on Education 2026–2030. Dalam rencana lima tahunan tersebut, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), penguatan pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering, dan Mathematics), serta pembentukan karakter peserta didik menjadi fokus utama.

Kesepakatan tersebut mengemuka dalam 14th ASEAN Education Ministers Meeting (ASED) yang digelar di Singapura, Kamis (23/7/2026). Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu'ti turut menghadiri forum para menteri pendidikan ASEAN yang mengusung tema Strengthening ASEAN through Education.

Peluncuran ASEAN Work Plan on Education 2026–2030 menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut. Dokumen ini akan menjadi panduan bersama bagi negara-negara ASEAN dalam membangun sistem pendidikan yang lebih inklusif, komprehensif, dan transformatif selama lima tahun ke depan.

Menurut Abdul Mu'ti, pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk masyarakat ASEAN yang tangguh dan siap menghadapi perubahan zaman, terutama di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.

"Seiring kawasan kita menghadapi kemajuan teknologi yang pesat dan dunia yang semakin saling terhubung, kita harus memastikan bahwa pendidikan membekali setiap peserta didik dengan pengetahuan, keterampilan, karakter, dan kemampuan beradaptasi yang diperlukan untuk berkembang dan memberikan kontribusi yang berarti bagi masa depan bersama kita," ujar Abdul Mu'ti.

Abdul Mu'ti menilai kolaborasi antarnegara ASEAN menjadi kunci untuk menciptakan sumber daya manusia yang mampu bersaing di tingkat global sekaligus memperkuat hubungan antarbangsa di kawasan.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Singapura Desmond Lee menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya menjadi instrumen pembangunan masing-masing negara, tetapi juga sarana mempererat persatuan ASEAN.

"Pendidikan bukan hanya bagaimana setiap negara kita bergerak ke depan, tetapi juga bagaimana kita memperkuat hubungan kita bersama dan membangun masa depan ASEAN," kata Desmond Lee.

Desmond Lee menjelaskan, terdapat tiga prioritas utama dalam pengembangan pendidikan ASEAN ke depan, yakni adaptasi teknologi AI dalam proses pembelajaran, penguatan pendidikan STEM, serta pembentukan karakter peserta didik agar siap menghadapi tantangan masa depan.

Selain menghadiri pertemuan tingkat menteri, delegasi Indonesia juga mengunjungi North Vista Primary School di Singapura untuk melihat secara langsung penerapan pembelajaran berbasis AI dan STEM.

Di sekolah tersebut, rombongan meninjau fasilitas makerspace, yakni ruang belajar yang memungkinkan para siswa mengembangkan kreativitas melalui eksperimen dan penerapan teori ke dalam praktik nyata.

Sebagai tindak lanjut implementasi ASEAN Work Plan on Education 2026–2030, Singapura juga memperkenalkan sejumlah program kolaborasi regional. Program tersebut meliputi ASEAN Plus 3 STEM Camp, ASEAN Student Adventure Camp, serta ASEAN Values Education Network for Unity and Engagement (AVENUE) yang bertujuan memperkuat kerja sama pendidikan sekaligus membangun karakter generasi muda di kawasan ASEAN.

(Sumber: Kemendikdasmen)