Bangkit dari Ketertinggalan, Coco Gauff Tembus Semifinal Wimbledon Perdananya Usai Taklukkan Jessica Pegula

Petenis putri Amerika Serikat Coco Gauff beraksi dalam pertandingan perempat final Wimbledon melawan kompatriotnya Jessica Pegula di All England Club, London, Inggris, Selasa (7/7/2026). (Foto: Wimbledon)
Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID, LONDON – Coco Gauff menunjukkan mental juara saat menyingkirkan rekan senegaranya, Jessica Pegula, pada babak perempat final Wimbledon 2026. Sempat kehilangan set pembuka, petenis Amerika Serikat itu bangkit dan membalikkan keadaan untuk memastikan tiket semifinal Wimbledon pertamanya.

Dalam pertandingan yang berlangsung di All England Club, Selasa (7/7/2026), Gauff menang dengan skor 4-6, 6-3, 6-3 setelah bertarung selama satu jam 48 menit.

Hasil tersebut menjadi pencapaian bersejarah bagi petenis berusia 21 tahun itu. Untuk pertama kalinya sepanjang karier profesionalnya, Gauff berhasil melangkah ke semifinal turnamen Grand Slam paling bergengsi di lapangan rumput.

"Saya sangat senang dengan cara bermain saya hari ini, apalagi mengingat selama dua tahun sebelum turnamen ini saya bahkan tidak memenangkan satu pertandingan pun di lapangan rumput," kata Gauff, seperti dikutip dari WTA, Rabu (8/7/2026).

Gauff juga memberikan apresiasi kepada Pegula yang dinilainya selalu menjadi lawan tangguh setiap kali mereka bertemu.

"Jess adalah lawan sekaligus pribadi yang luar biasa. Bermain melawannya tidak pernah mudah dan saya senang bisa melewati pertandingan ini," ujarnya.

Kemenangan tersebut sekaligus menempatkan Gauff sebagai petenis aktif ketujuh yang berhasil mencapai sedikitnya babak semifinal di keempat turnamen Grand Slam sepanjang kariernya.

Pada babak semifinal, unggulan kedua itu akan menghadapi petenis Republik Ceko, Karolina Muchova, yang menempati unggulan ke-10. Secara head to head, Gauff unggul telak 6-1 atas Muchova, meski duel nanti akan menjadi pertemuan pertama mereka di lapangan rumput.

Perjalanan Gauff menuju empat besar tidak diraih dengan mudah. Dalam empat pertandingan terakhir, ia selalu dipaksa bermain hingga tiga set, termasuk saat bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Belinda Bencic pada babak 16 besar.

Saat menghadapi Pegula, Gauff sempat kesulitan mengembangkan permainan. Pegula tampil agresif sejak awal dan langsung mematahkan servis lawannya pada gim pertama sebelum kembali merebut break saat skor imbang 3-3 untuk mengamankan set pembuka.

Namun, Gauff berhasil mengubah jalannya pertandingan pada set kedua. Ia menemukan ritme permainan terbaiknya, memenangi tiga gim terakhir secara beruntun, lalu menjaga momentum tersebut hingga set penentuan.

"Saya sadar tidak perlu selalu menghasilkan pukulan luar biasa di setiap poin. Saya hanya harus percaya pada permainan sendiri dan yakin bahwa kemampuan saya cukup untuk menghadapi siapa pun di lapangan ini," jelas Gauff.

Di sisi lain, Pegula mengakui gagal memanfaatkan sejumlah peluang penting untuk membalikkan keadaan. Meski sempat memiliki beberapa kesempatan mematahkan servis lawannya pada set kedua dan ketiga, ia tidak mampu mengonversinya menjadi poin krusial.

"Saya mungkin terlalu banyak berpikir. Seharusnya saya lebih percaya pada strategi yang sudah saya siapkan sejak awal," kata Pegula.

Kekalahan tersebut memperpanjang catatan kurang memuaskan Pegula di babak perempat final Grand Slam. Hingga kini, ia baru mengoleksi tiga kemenangan dari total 10 penampilan di fase tersebut sepanjang kariernya.

(Sumber: WTA)