Editor: Damar Pratama
Kapten Timnas Swiss, Granit Xhaka, meyakini skuad yang dimiliki
negaranya saat ini di Piala Dunia 2026 merupakan salah satu generasi terbaik dalam sejarah
sepak bola Swiss. (Foto: goal.com)
GEBRAK.ID – Kapten Timnas Swiss, Granit Xhaka, meyakini skuad yang dimiliki negaranya saat ini merupakan salah satu generasi terbaik dalam sejarah sepak bola Swiss. Keyakinan itu disampaikannya setelah Swiss sukses mengakhiri penantian panjang untuk kembali tampil di babak perempat final Piala Dunia 2026.
Keberhasilan tersebut diraih usai Swiss menyingkirkan Kolombia melalui drama adu penalti pada babak 16 besar. Setelah bermain imbang tanpa gol selama 120 menit, Swiss akhirnya menang 4-3 lewat adu tos-tosan dan memastikan tempat di delapan besar.
Mengutip laman resmi FIFA, Rabu (8/7/2026), Xhaka menilai perjalanan timnya hingga saat ini merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun selama bertahun-tahun.
Menurut gelandang Sunderland tersebut, Swiss tidak mudah mendapatkan kumpulan pemain dengan kualitas seperti sekarang.
"Kami telah menunggu cukup lama untuk memiliki generasi pemain seperti ini. Saya berharap pada masa depan kami tidak perlu menunggu selama itu lagi untuk mendapatkan kelompok pemain hebat berikutnya," ujar Xhaka.
Pemain berusia 33 tahun itu menilai perpaduan antara pemain senior dan talenta muda menjadi kekuatan utama Swiss di Piala Dunia 2026. Ia menegaskan para pemain berpengalaman memiliki tanggung jawab untuk membimbing generasi muda agar terus berkembang.
"Kami, para pemain yang lebih berpengalaman, terus didorong oleh pemain-pemain muda. Pada saat yang sama, kami juga harus memberikan contoh setiap hari, baik di dalam latihan maupun dalam setiap pertandingan," kata Xhaka.
Keberhasilan Swiss mencapai perempat final sekaligus mengakhiri penantian selama 72 tahun untuk kembali menembus delapan besar Piala Dunia. Capaian tersebut menjadi salah satu prestasi terbesar dalam sejarah sepak bola negara tersebut.
Meski sudah mencatat sejarah baru, Xhaka memastikan timnya belum ingin berhenti sampai di sini. Ia ingin seluruh anggota skuad mempertahankan mentalitas sebagai tim yang mampu bersaing dengan siapa pun.
Menurutnya, pengalaman yang dimiliki para pemain senior harus menjadi modal untuk menumbuhkan kepercayaan diri seluruh anggota tim menghadapi pertandingan-pertandingan besar.
"Kami harus terus menanamkan keyakinan bahwa Swiss mampu melakukan apa saja. Mulai dari staf pelatih hingga pemain terakhir, semua layak bangga atas apa yang telah kami capai," jelas Xhaka.
Tantangan berikutnya sudah menanti. Swiss dijadwalkan menghadapi juara bertahan Argentina pada babak perempat final Piala Dunia 2026 di Stadion Arrowhead, Kansas, Minggu (12/7/2026) pukul 08.00 WIB.
Laga tersebut diprediksi menjadi ujian terbesar bagi Swiss. Namun, dengan kepercayaan diri yang sedang tinggi dan semangat generasi yang disebut Xhaka sebagai generasi spesial, Swiss berharap mampu kembali menciptakan kejutan dan melangkah lebih jauh di panggung sepak bola dunia.
(Sumber: FIFA)