GEBRAK.ID, YOGYAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai bagian dari implementasi program Wajib Belajar 13 Tahun. Tak hanya taman kanak-kanak, pemerintah juga mulai memberikan perhatian lebih besar terhadap kelompok bermain (playgroup) dan layanan penitipan anak sebagai fondasi pembentukan sumber daya manusia unggul.
Komitmen tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, saat menghadiri Sarasehan Pendidikan di Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS), Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (5/7/2026).
Menurut Abdul Mu'ti, penguatan pendidikan sejak usia dini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional sekaligus mempersiapkan generasi Indonesia yang lebih kompetitif di masa depan.
"Kami di kementerian berkomitmen memperkuat pendidikan anak usia dini. Wajib Belajar 13 Tahun dimulai dari taman kanak-kanak, dan kami juga terus memberikan perhatian terhadap layanan kelompok bermain maupun penitipan anak agar kualitas layanan pendidikan sejak usia dini semakin baik," ujar Abdul Mu'ti.
Abdul Mu'ti menjelaskan, berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman belajar pada masa kanak-kanak memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan akademik maupun karakter anak pada jenjang pendidikan berikutnya.
Karena itu, pemerintah terus berupaya meningkatkan mutu layanan PAUD agar setiap anak memperoleh stimulasi belajar yang optimal sejak dini.
Selain memperkuat PAUD, Kemendikdasmen juga menempatkan peningkatan mutu pendidikan dasar sebagai salah satu prioritas utama. Abdul Mu'ti menilai jenjang pendidikan dasar merupakan pondasi yang menentukan keberhasilan peserta didik pada tahap pendidikan selanjutnya.
Menurutnya, pendidikan dasar tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga mencakup pembentukan karakter, kecakapan sosial, perkembangan motorik, spiritual, hingga rasa percaya diri peserta didik.
"Pendidikan dasar adalah fondasi. Karena itu kualitas guru, proses pembelajaran, penguatan kemampuan dasar, pembentukan karakter, perkembangan motorik, spiritual, maupun kecakapan sosial harus menjadi perhatian utama," kata Abdul Mu'ti.
Untuk memastikan setiap kebijakan tepat sasaran, Kemendikdasmen memanfaatkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sebagai dasar pemetaan kondisi pendidikan di seluruh Indonesia.
Melalui data tersebut, pemerintah dapat mengidentifikasi kebutuhan masing-masing daerah sehingga program peningkatan mutu pendidikan dapat disusun secara lebih efektif sesuai kondisi di lapangan.
Kemendikdasmen menegaskan bahwa penguatan PAUD, peningkatan kualitas pendidikan dasar, serta pemanfaatan data pendidikan merupakan bagian dari transformasi pendidikan nasional yang tengah dijalankan pemerintah.
Melalui berbagai kebijakan tersebut, pemerintah berharap layanan pendidikan di Indonesia menjadi semakin berkualitas, inklusif, dan merata, sehingga mampu melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
(Sumber: Kemendikdasmen)
