Belajar dari Kekalahan Kontra Anders Antonsen, Ubed Akui Masih Banyak yang Harus Dibenahi

Tunggal putra Indonesia Moh Zaki Ubaidillah saat melawan wakil Denmark Rasmus Gemke pada babak pertama BWF World Tour Super 750 Japan Open 2026 di Tokyo, Jepang, Rabu (15/7/2026). Ubed menang dengan skor 21-14, 16-21, 21-18. (Foto: PBSI)
Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID, JAKARTA -- Langkah tunggal putra muda Indonesia Moh Zaki Ubaidillah harus terhenti pada babak 16 besar Japan Open 2026. Meski gagal melaju ke perempat final, pebulu tangkis yang akrab disapa Ubed itu mengaku memperoleh pelajaran berharga setelah menghadapi salah satu pemain terbaik dunia, Anders Antonsen.

Bertanding di Tokyo, Jepang, Kamis (16/7/2026), Ubed menyerah dua gim langsung dari unggulan ketiga asal Denmark tersebut dengan skor 12-21 dan 19-21.

Ubed mengakui pengalaman dan kematangan permainan Antonsen menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut. Menurutnya, pebulu tangkis asal Denmark itu tampil sangat disiplin dan minim melakukan kesalahan sendiri.

"Hari ini dengan pengalamannya, Antonsen lebih bisa dan mengerti cara bermain yang tepat. Saya banyak belajar bagaimana dia sangat rapi dan tidak mau mudah mati sendiri," ujar Ubed dalam keterangan resmi PBSI.

Pada gim pertama, pemain berusia 19 tahun itu mengaku kesulitan mengimbangi tempo permainan lawannya. Tekanan yang terus diberikan Antonsen membuatnya gagal mengembangkan strategi terbaik. "Gim pertama tadi masih cukup kebingungan, masih tertekan dengan temponya dia," katanya.

Memasuki gim kedua, performa Ubed mulai meningkat. Ia mampu membaca pola permainan Antonsen dan memberikan perlawanan lebih sengit hingga poin-poin akhir pertandingan.

Namun, momentum tersebut gagal dipertahankan setelah dirinya terpancing meladeni permainan depan Antonsen yang sudah lebih siap mengantisipasi setiap serangannya.

"Di gim kedua pelan-pelan saya sudah mulai tahu cara mainnya dan bola-bolanya dia sudah saya jaga juga. Tapi di akhir-akhir, saya terpancing dengan permainan depannya dan dia sudah bisa antisipasi permainan saya," ungkap Ubed.

Meski tersingkir, Ubed tetap bersyukur bisa mencatatkan pengalaman berharga pada debutnya di turnamen level BWF World Tour Super 750. Sebelumnya, ia berhasil melewati babak pertama dengan mengalahkan wakil Denmark Rasmus Gemke.

"Cukup senang bisa menang di babak pertama kemarin, debut di Super 750 tapi secara hasil tentunya belum puas," jelas Ubed.

Usai Japan Open 2026, Ubed kini berharap mendapat kesempatan tampil di China Open 2026. Saat ini namanya masih berada di posisi pertama daftar tunggu.

"Saya masih daftar tunggu nomor satu di China Open minggu depan, semoga bisa main. Di sisa waktu ini saya mau persiapan lagi dengan baik," ujar Ubed.

Kekalahan Ubed membuat Alwi Farhan menjadi satu-satunya wakil Indonesia di sektor tunggal putra yang masih bertahan di Japan Open 2026 setelah memastikan langkah ke babak perempat final. Tunggal putra Indonesia lainnya, Jonathan Cristie, lebih dulu tersingkir di babak pertama.

(Sumber: PBSI)