![]() |
| Gelandang Timnas Portugal, Bruno Fernandes. (Foto: goal.com) |
GEBRAK.ID -- Portugal harus mengubur mimpi menjuarai Piala Dunia 2026 setelah langkah mereka terhenti di babak 16 besar. Kekalahan dramatis 0-1 dari Spanyol membuat Selecao das Quinas angkat koper lebih cepat, sekaligus memicu evaluasi dari para pemain, termasuk sang gelandang andalan Bruno Fernandes.
Bermain di AT&T Stadium, Arlington, Amerika Serikat, Selasa (7/7/2026) dini hari WIB, Portugal sebenarnya mampu mengimbangi permainan Spanyol sepanjang pertandingan. Bahkan, duel diprediksi akan berlanjut ke babak perpanjangan waktu setelah kedua tim gagal mencetak gol selama 90 menit.
Namun, harapan Portugal sirna pada masa injury time. Mikel Merino, yang masuk sebagai pemain pengganti, mencetak gol penentu kemenangan Spanyol pada menit ke-90+1 dan memastikan La Roja melaju ke perempat final Piala Dunia 2026.
Seusai pertandingan, Bruno Fernandes tak menutupi rasa kecewanya. Gelandang Manchester United itu mengakui seluruh skuad datang ke turnamen dengan ambisi besar untuk membawa Portugal menjadi juara dunia.
"Jelas kami sangat sedih. Kami datang ke sini dengan satu tujuan, yaitu memenangkan semuanya. Sayangnya, kami tidak tampil di level terbaik," ujar Fernandes, seperti dikutip dari laman resmi FIFA.
Menurut Fernandes, Portugal sebenarnya tampil cukup baik sepanjang babak pertama. Mereka mampu menekan permainan Spanyol dan menciptakan keseimbangan di lapangan.
Namun, situasi berubah setelah turun minum. Portugal dinilai kehilangan keberanian untuk terus menekan lawan dan justru bermain terlalu dalam di wilayah pertahanannya sendiri.
"Saya pikir kami bermain lebih baik di babak pertama. Namun pada babak kedua kami kembali melakukan kesalahan yang sama, yakni bertahan terlalu rendah. Ketika itu terjadi, cepat atau lambat Anda akan kebobolan," katanya.
Fernandes menilai perubahan pendekatan tersebut menjadi salah satu faktor utama yang dimanfaatkan Spanyol untuk meningkatkan tekanan hingga akhirnya mencetak gol kemenangan pada penghujung pertandingan.
Meski kecewa, pemain berusia 31 tahun itu tetap memberikan apresiasi kepada kualitas permainan Spanyol yang mampu memanfaatkan peluang di saat-saat krusial.
"Pujian untuk Spanyol. Mereka memiliki kualitas yang sangat baik. Namun saya rasa jika kami bisa mempertahankan permainan seperti di babak pertama, hasilnya mungkin akan berbeda," ucap Fernandes.
Kekalahan ini sekaligus mengakhiri perjalanan Portugal di Piala Dunia 2026. Hasil tersebut juga menjadi penutup karier Cristiano Ronaldo di ajang Piala Dunia. Sebelumnya, kapten Portugal berusia 41 tahun itu telah memastikan bahwa turnamen di Amerika Utara menjadi penampilan terakhirnya di kompetisi sepak bola terbesar dunia.
Bagi Portugal, kegagalan di babak 16 besar menjadi pukulan berat mengingat mereka datang dengan skuad bertabur bintang dan berstatus juara UEFA Nations League 2025. Seusai kekalahan dari Spanyol, pelatih Roberto Martinez pun memutuskan mengundurkan diri, menandai berakhirnya era kepemimpinannya bersama Selecao das Quinas.
Kini Portugal akan mengalihkan fokus untuk membangun tim baru menuju Piala Dunia 2030, saat mereka menjadi salah satu tuan rumah bersama Spanyol dan Maroko. Regenerasi skuad diperkirakan menjadi agenda utama setelah berakhirnya era Cristiano Ronaldo dan kegagalan memenuhi target di Piala Dunia 2026.
(Sumber: FIFA)
