GEBRAK.ID, JAKARTA -- Produsen kendaraan listrik asal China, BYD, memasang target ambisius untuk menjadi produsen mobil terbesar di dunia dalam lima tahun ke depan. Perusahaan itu optimistis mampu melampaui Toyota sebagai pemimpin pasar global tanpa mengandalkan penjualan di Amerika Serikat.
Target besar tersebut disampaikan Wakil Presiden Eksekutif BYD, Stella Li, setelah perusahaan mencatatkan produksi kumulatif 17 juta kendaraan energi baru.
Dalam wawancaranya dengan Financial Times, Stella Li menyatakan pencapaian itu diyakini bisa diraih melalui pertumbuhan bisnis secara organik, bukan lewat akuisisi perusahaan otomotif lain.
Menurutnya, kebijakan tarif tinggi yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap mobil buatan China tidak akan menghambat ambisi BYD menjadi produsen mobil nomor satu dunia.
Meski membuka peluang mengakuisisi merek mobil mewah asal Eropa apabila ada kesempatan yang tepat, BYD menegaskan hingga kini belum memiliki target akuisisi tertentu.
Ambisi serupa sebelumnya juga disampaikan Pendiri sekaligus Ketua BYD, Wang Chuanfu. Ia meyakini perusahaan mampu menyalip Toyota dalam lima tahun berkat inovasi teknologi dan ekspansi agresif ke pasar internasional.
Wang menyebut pengembangan teknologi pengisian daya supercepat serta peningkatan penjualan di luar China menjadi kunci utama untuk mewujudkan target tersebut.
Saat ini, BYD terus memperluas pasar di berbagai kawasan seperti Eropa, Amerika Latin, Asia Tenggara, hingga Australia sebagai strategi memperkuat penjualan global.
Sepanjang 2025, BYD berhasil menjual sekitar 4,55 juta kendaraan di seluruh dunia. Sementara itu, Toyota masih memimpin dengan penjualan sekitar 10,5 juta unit mobil, belum termasuk merek Daihatsu dan Hino.
Pada 2026, BYD menargetkan penjualan global kendaraan energi baru mencapai 5 juta hingga 5,5 juta unit. Dari jumlah tersebut, sekitar 1,5 juta unit diharapkan berasal dari pasar internasional.
Perusahaan juga terus menunjukkan percepatan produksi. Setelah mencapai satu juta kendaraan energi baru pada Mei 2021 dan menembus 10 juta unit pada November 2024, BYD hanya membutuhkan enam bulan untuk meningkatkan produksi dari 15 juta menjadi 17 juta unit.
Meski demikian, data China EV DataTracker menunjukkan penjualan global BYD pada semester pertama 2026 mencapai 1.777.321 unit atau turun 16,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penjualan di pasar domestik China bahkan merosot 45,9 persen menjadi 795.169 unit. Namun, perusahaan optimistis pertumbuhan penjualan di pasar internasional mampu mengimbangi perlambatan tersebut pada paruh kedua tahun 2026.
Dengan strategi ekspansi global dan penguatan inovasi kendaraan listrik, BYD kini semakin serius menantang dominasi Toyota dalam persaingan industri otomotif dunia.
(Sumber: BYD)
