![]() |
| Pemerintah Kota Bandung mengusulkan trayek angkot baru Lembang-Husein Sastranegara untuk mendukung reaktivasi bandara yang ditargetkan beroperasi kembali Agustus 2026 |
Editor: Yogi Ardhi
GEBRAK.ID,BANDUNG – Menjelang reaktivasi Bandara Husein Sastranegara yang direncanakan pada Agustus 2026, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung mengusulkan penambahan trayek angkutan kota (angkot) baru yang menghubungkan Lembang dengan bandara tersebut. Usulan ini diajukan untuk mendukung mobilitas wisatawan dan warga menuju bandara yang kembali beroperasi setelah beberapa tahun vakum.
Kepala Dishub Kota Bandung, Rasdian Setiadi, mengungkapkan bahwa usulan trayek baru Lembang-Husein Sastranegara Pulang-Pergi (PP) merupakan inisiatif dari Koperasi Angkutan Masyarakat (Kopamas) . Pihaknya telah mengirimkan surat usulan ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) beberapa bulan lalu dan kini terus menindaklanjuti agar segera mendapat kepastian.
"Kita sudah berkirim surat ke Kemenhub, tapi belum ada jawaban. Minggu ini saya akan kejar, jemput bola ke Kemenhub terkait dengan itu," ujar Rasdian di Balai Kota Bandung, Senin (27/7/2026) .
Angkot Hanya untuk Antar Jemput, Tak Boleh Ngetem
Rasdian menegaskan, jika usulan trayek ini disetujui, angkot yang beroperasi di rute Lembang-Bandara Husein tidak akan diizinkan untuk menunggu atau mangkal (ngetem) di area bandara . Armada hanya diperbolehkan masuk untuk menurunkan dan menjemput penumpang, kemudian langsung berangkat kembali.
"Jadi tidak parkir, dia lewat aja, bawa penumpang, berangkat lagi. Masuk hanya untuk drop penumpang, tidak parkir. Setelah itu jalan lagi," jelasnya.
Kebijakan ini serupa dengan trayek angkot sebelumnya, Gunung Batu-Stasiun Hall, yang juga pernah melintasi kawasan Bandara Husein Sastranegara.
Sementara itu, untuk transportasi berbasis aplikasi seperti Grab dan Gojek, Dishub menyerahkan pengaturannya sepenuhnya kepada pengelola bandara, dalam hal ini Lanud Husein Sastranegara. "Silakan koordinasi dengan Lanud. Teknisnya seperti apa, kuotanya berapa, itu tidak ikut campur," ujar Rasdian.
Reaktivasi Bandara Husein Semakin Matang
Usulan trayek angkot ini menjadi salah satu langkah persiapan menyambut reaktivasi Bandara Husein Sastranegara yang semakin dekat. Kementerian Perhubungan menargetkan bandara yang terletak di jantung Kota Bandung ini dapat kembali melayani penerbangan pesawat jet mulai 17 Agustus 2026.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyatakan bahwa berbagai persiapan infrastruktur penunjang dari sisi pemerintah daerah telah rampung. Pekerjaan yang sudah diselesaikan meliputi pelapisan ulang jalan, penataan akses masuk dan keluar, serta peningkatan penerangan jalan di sekitar bandara.
"Semua pekerjaan sipil sudah dirapikan, termasuk akses menuju bandara dan area penjemputan maupun pengantaran penumpang," ujar Farhan.
24 Rute Domestik dan Penerbangan Internasional Disiapkan
Bandara Husein Sastranegara direncanakan akan melayani 24 rute penerbangan domestik . Sejumlah maskapai telah mengajukan permohonan untuk beroperasi, seperti Citilink, Garuda Indonesia, dan Super Air Jet. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan layanan penerbangan internasional regional untuk rute jarak pendek seperti Singapura dan Malaysia.
(berbagai sumber)
