GEBRAK.ID – Novak Djokovic kembali mengukir tinta emas dalam sejarah tenis dunia. Petenis asal Serbia itu sukses menyamai rekor Roger Federer sebagai pemain putra dengan jumlah kemenangan tunggal terbanyak di Wimbledon setelah memastikan tiket ke babak keempat edisi 2026.
Prestasi bersejarah tersebut diraih usai Djokovic menundukkan petenis Prancis, Arthur Rinderknech, dalam pertandingan yang berlangsung sengit di Centre Court, All England Club, London, Inggris, Jumat (3/7/2026).
Tampil sebagai juara tujuh kali Wimbledon, Djokovic harus bekerja keras sebelum akhirnya menang dengan skor 7-5, 6-4, 1-6, 7-6(4). Kemenangan itu menjadi yang ke-105 bagi Djokovic di nomor tunggal Wimbledon, menyamai rekor yang sebelumnya hanya dimiliki legenda Swiss, Roger Federer.
Bagi Djokovic, pencapaian tersebut memiliki makna yang sangat istimewa. Wimbledon merupakan turnamen yang sejak kecil menjadi impiannya untuk ditaklukkan.
"Bisa mencatatkan sejarah dalam olahraga ini adalah kehormatan dan keistimewaan yang luar biasa. Terlebih lagi di sini karena Wimbledon selalu menjadi turnamen impian saya sejak kecil," ujar Djokovic seperti dikutip dari ATP.
Meski berhasil menyamai salah satu rekor paling bergengsi dalam sejarah tenis, petenis berusia 39 tahun itu mengaku tidak terlalu memikirkan angka-angka yang berhasil dicapainya.
Menurutnya, fokus utama adalah memenangkan setiap pertandingan tanpa terbebani catatan statistik.
"Saya tidak memikirkan apakah itu kemenangan ke-105 atau ke-106. Saya hanya berusaha memenangi pertandingan yang ada di depan. Hari ini saya cukup tegang karena tahu laga ini akan sangat sulit. Saya senang bisa melewatinya," kata Djokovic.
Laga melawan Rinderknech memang jauh dari kata mudah. Setelah tampil dominan saat menyingkirkan Stefanos Tsitsipas di babak sebelumnya, Djokovic justru mendapat ujian berat dari petenis Prancis tersebut.
Rinderknech bermain agresif sejak awal pertandingan. Ia mampu mencetak 35 winner hanya dalam dua set pertama, memaksa Djokovic terus berada di bawah tekanan.
Momentum pertandingan sempat berubah pada set ketiga ketika permainan Djokovic mengalami penurunan. Kesempatan itu dimanfaatkan Rinderknech untuk merebut set dengan skor telak 6-1 sekaligus membuka harapan membalikkan keadaan.
Persaingan semakin memanas pada set keempat. Kedua pemain terlibat reli-reli panjang yang memancing tepuk tangan penonton di Centre Court. Namun, pengalaman dan mental juara Djokovic kembali menjadi pembeda.
Saat pertandingan memasuki tie-break, pemilik 24 gelar Grand Slam tersebut tampil sangat tenang. Servis-servis akurat serta minim kesalahan membuatnya mampu mengamankan kemenangan sekaligus mengakhiri perlawanan Rinderknech.
"Saya memainkan tie-break nyaris tanpa cela. Saya melakukan semua yang saya bisa. Saya rasa saya melakukan servis dengan sangat baik pada tie-break," ungkap Djokovic.
Djokovic mengakui servisnya belum tampil maksimal sepanjang pertandingan. Namun, hal tersebut juga dipengaruhi kualitas permainan lawan yang terus memberikan tekanan.
Kemenangan ini membawa Djokovic melangkah ke babak keempat Wimbledon 2026. Di fase berikutnya, ia akan menghadapi petenis Rusia yang lolos dari babak kualifikasi, Roman Safiullin.
Safiullin memastikan tempat di babak 16 besar setelah mengalahkan Joao Fonseca dalam tiga set langsung dengan skor 6-3, 6-3, 6-3.
Secara statistik, Djokovic memiliki rekor sempurna atas Safiullin. Dari tiga pertemuan sebelumnya, mantan petenis nomor satu dunia itu selalu keluar sebagai pemenang tanpa kehilangan satu set pun.
Meski demikian, pertemuan di Wimbledon kali ini akan menjadi duel pertama kedua petenis di lapangan rumput. Djokovic tentu berpeluang melampaui rekor Federer apabila kembali meraih kemenangan dan terus menjaga asa menambah koleksi gelar Wimbledon dalam karier gemilangnya.
(Sumber: ATP)
