Harga Tiket Pesawat ke Jepang Naik Dua Kali Lipat, Tembus Rp12 Juta PP, Ini Penyebabnya

 

Harga tiket pesawat ke Jepang melonjak hingga dua kali lipat menjadi Rp12 jutaan PP. Simak penyebab kenaikan dan tips menghemat biaya. ( Foto; freepik) 


Editor: Devona R

GEBRAK.ID,JAKARTA – Wisatawan Indonesia yang berencana berlibur ke Jepang perlu menyiapkan anggaran lebih besar. Harga tiket pesawat rute Jakarta–Jepang dilaporkan melonjak hingga dua kali lipat dibandingkan awal tahun 2026.

Jika pada Januari 2026 tiket pulang-pergi (PP) menuju Jepang masih bisa diperoleh di kisaran Rp6 juta hingga Rp7 juta, kini tarifnya telah menembus Rp12 jutaan. Kenaikan tersebut bahkan berlaku untuk tiket yang sudah termasuk penerbangan domestik lanjutan di Jepang.

Kenaikan harga tiket pesawat ini terjadi pada maskapai penerbangan Jepang All Nippon Airways ( ANA) dan Japan Airlines (JAL) 


Dilaporkan CNBC pada Rabu (1/7/2026), kedua maskapai tersebut kompak menaikkan harga tiket penerbangan periode Juli-Agustus, bahkan ketika harga avtur di Asia sedang turun. 

Lonjakan harga ini dipengaruhi oleh kombinasi meningkatnya permintaan perjalanan ke Jepang saat musim liburan serta kenaikan berbagai komponen biaya operasional maskapai.

Salah satu faktor utama adalah kenaikan fuel surcharge atau biaya tambahan bahan bakar yang diberlakukan maskapai Jepang. Mulai pertengahan 2026, maskapai seperti Japan Airlines (JAL) dan All Nippon Airways (ANA) menaikkan biaya tambahan bahan bakar seiring perubahan harga avtur di pasar global. 

Selain itu, wisatawan yang meninggalkan Jepang juga mulai dikenakan biaya tambahan melalui International Tourist Tax atau yang dikenal sebagai Sayonara Tax. Mulai 1 Juli 2026, besar pungutan tersebut meningkat menjadi sekitar 3.000 yen atau setara sekitar Rp332 ribu per penumpang. Biaya ini umumnya telah dimasukkan ke dalam harga tiket pesawat. 

Di sisi lain, tingginya minat wisata ke Jepang selama musim panas turut membuat kursi penerbangan cepat terisi. Kondisi tersebut menyebabkan harga tiket yang tersisa di sistem pemesanan menjadi lebih mahal.

Pengamat industri penerbangan menilai kenaikan harga tiket internasional pada periode liburan merupakan hal yang lazim. Tarif umumnya dipengaruhi oleh keseimbangan antara permintaan dan ketersediaan kursi, di samping biaya operasional maskapai seperti avtur, nilai tukar mata uang, dan pajak.

Bagi calon wisatawan, pemesanan tiket jauh hari sebelum keberangkatan masih menjadi strategi terbaik untuk mendapatkan harga lebih kompetitif. Memilih jadwal di luar musim liburan (low season), memanfaatkan promo maskapai, serta membandingkan tarif dari beberapa maskapai juga dapat membantu menekan biaya perjalanan.

Meski tarif penerbangan meningkat cukup tajam, Jepang masih menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan Indonesia berkat kemudahan akses, beragam atraksi wisata, serta jaringan transportasi yang terintegrasi dengan baik. Namun, wisatawan kini disarankan memperhitungkan kenaikan biaya transportasi tersebut dalam menyusun anggaran perjalanan agar liburan tetap berjalan sesuai rencana.

( berbagai sumber)