Hasil Uji Jalan B50 Diklaim Aman, Gaikindo: Mesin Diesel Siap Tenggak

 

Hasil uji jalan B50 oleh Gaikindo dan Kementerian ESDM diklaim aman untuk mesin diesel. Simak kesiapan industri otomotif menyambut mandatori B50 per Juli 2026 ( Foto: ESDM) 

Editor: Dinar Kencana

GEBRAK.ID,JAKARTA – Penerapan bahan bakar biodiesel B50 yang telah resmi bergulir sejak awal Juli 2026 mendapat respons positif dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Berdasarkan hasil uji jalan yang melibatkan sejumlah produsen otomotif, penggunaan B50 pada kendaraan bermesin diesel dinyatakan aman hingga puluhan ribu kilometer.

Ketua Bidang Pengembangan Pasar Gaikindo, Jongkie Sugiarto, mengungkapkan bahwa para produsen diminta untuk menyiapkan unit kendaraan guna menjalani uji coba dengan jarak tempuh puluhan ribu kilometer. "Jadi dari produsen diminta untuk menyiapkan kendaraannya. Lalu diuji coba pakai B50, jalan ke berapa puluh ribu kilometer. So far aman," ujar Jongkie di Jakarta, Senin (13/7/2026). 

Uji Komprehensif di Enam Sektor

Hasil positif ini bukan tanpa dasar. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Gaikindo telah melakukan rangkaian pengujian yang komprehensif. Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, menjelaskan bahwa uji coba B50 tidak hanya dilakukan di sektor otomotif, tetapi juga serentak di lima sektor lainnya, meliputi angkutan laut, alat pertanian, alat berat tambang, kereta api, dan pembangkit listrik, yang dimulai sejak 9 Desember 2025.

Untuk sektor otomotif sendiri, target pengujian sangat ketat. Kendaraan dengan kapasitas di atas 3,5 ton telah berhasil menuntaskan uji jalan hingga jarak 40.000 kilometer. Sementara itu, kendaraan di bawah 3,5 ton ditargetkan mencapai 50.000 kilometer dan akan segera menyelesaikan tahap akhir pada Mei 2026 sebelum dilakukan pengecekan mesin secara menyeluruh (teardown). 

Spesifikasi Lebih Ketat dan Performa Stabil

Salah satu kunci keberhasilan uji jalan B50 adalah peningkatan kualitas bahan bakar itu sendiri. Eniya Listiani Dewi memastikan bahwa kualitas bahan bakar B100 yang dicampur untuk B50 telah memenuhi spesifikasi yang lebih ketat dibandingkan B40. Perbaikan dilakukan pada parameter penting seperti kadar air, kadar monogliserida, dan kestabilan oksidasi. 

Hasil pengujian menunjukkan bahwa kinerja kendaraan tetap stabil. Konsumsi bahan bakar masih berada dalam rentang standar pabrikan, emisi karbon monoksida (CO) dan opasitas berada di bawah ambang batas, serta komponen mesin, pelumas, dan sistem bahan bakar tetap dalam kondisi baik. Bahkan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebutkan bahwa filter bahan bakar pada uji B50 memiliki daya tahan lebih baik, dengan beberapa kendaraan sudah menempuh 40.000 kilometer tanpa penggantian filter, melampaui kinerja pada B40. 

Respon Positif dan Harapan Industri

Gaikindo menyambut baik hasil uji ini dan berharap spesifikasi bahan bakar yang digunakan selama uji coba dapat menjadi standar untuk implementasi nasional. Anggota Pokja II Energi Terbarukan Gaikindo, Abdul Rochim, menyatakan bahwa industri sangat senang dengan hasil sementara ini dan berharap ke depannya spesifikasi ini dapat dipertahankan. 

"Jadi kalau kami dari Gaikindo memandang hasil akhirnya bisa bertahan seperti ini, tentunya kami sangat senang dan kami berharap bahwa spek (spesifikasi) bahan bakar yang digunakan untuk uji ini menjadi spek untuk implementasi B50," ujar Rochim. 

Dengan hasil uji yang memuaskan dan dukungan penuh dari industri, implementasi B50 diharapkan dapat berjalan lancar sesuai rencana pemerintah, mendukung ketahanan energi nasional sekaligus menjaga keberlanjutan industri kelapa sawit. 

( berbagai sumber)