Editor: Damar Pratama
Gelandang Timnas Kolombia, Jhon Arias, di Piala Dunia 2026. (Foto: Tangkapan layar video)
GEBRAK.ID, VANCOUVER – Langkah Timnas Kolombia di Piala Dunia 2026 harus terhenti lebih cepat setelah kalah dari Swiss pada babak 16 besar. Kekalahan melalui drama adu penalti itu menyisakan kekecewaan mendalam, tak hanya bagi para pemain tetapi juga jutaan pendukung Los Cafeteros.
Gelandang Kolombia, Jhon Arias, menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Kolombia yang telah memberikan dukungan penuh sepanjang turnamen. Menurutnya, besarnya harapan publik membuat kegagalan tersebut terasa semakin menyakitkan.
"Tentu saja kami meminta maaf. Emosi yang dirasakan sangat besar karena negara ini menunjukkan kepercayaannya kepada kami. Mereka ikut berjuang bersama kami dan itulah yang membuat rasa sakit ini semakin dalam," ujar Arias seusai pertandingan, Rabu (8/7/2026).
Pemain bernomor punggung 11 itu mengatakan kekalahan ini harus menjadi pelajaran penting bagi Kolombia untuk bangkit dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan berikutnya.
Arias menilai semangat pantang menyerah merupakan karakter yang selalu dimiliki masyarakat Kolombia. "Jika ada satu hal yang menjadi karakter orang Kolombia, itu adalah kemampuan untuk bangkit dari kesulitan. Saya berharap hari ini menjadi awal baru yang membawa kami lebih dekat dengan tujuan terbesar pada masa mendatang," katanya.
Kolombia harus mengakhiri perjuangan di Piala Dunia 2026 setelah bermain imbang tanpa gol melawan Swiss sepanjang waktu normal. Pertandingan yang berlangsung ketat akhirnya ditentukan lewat adu penalti, di mana Swiss tampil lebih efektif untuk mengamankan tiket ke perempat final.
Meski gagal melangkah lebih jauh, Arias menilai penampilan Kolombia sepanjang turnamen tetap layak mendapat apresiasi. Los Cafeteros mampu melewati fase grup dengan permainan yang konsisten sebelum akhirnya tersingkir di fase gugur.
"Dengan pikiran yang lebih tenang, saya rasa kami menjalani Piala Dunia yang baik. Namun itu belum cukup. Mudah-mudahan dalam empat tahun ke depan kami bisa melakukan perbaikan yang diperlukan agar mampu melangkah hingga final," ujarnya.
Dalam pertandingan kontra Swiss, Kolombia lebih banyak menguasai jalannya laga dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Namun, penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat mereka gagal mencetak gol hingga pertandingan berakhir.
Arias mengakui masih ada kekurangan yang harus segera dibenahi jika Kolombia ingin bersaing dengan negara-negara elite dunia pada turnamen berikutnya.
"Saya pikir masih ada sesuatu yang kurang dalam tim ini. Kami harus mengevaluasinya dengan tenang dan mencari cara agar bisa tampil lebih baik bersama tim nasional," ucapnya.
Arias juga menepis anggapan bahwa padatnya perjalanan selama turnamen menjadi penyebab utama kegagalan timnya. Menurut Arias, faktor fisik memang memberikan tantangan, tetapi bukan alasan yang dapat dijadikan pembenaran.
"Perjalanan jauh memang memengaruhi kondisi fisik kami, tetapi saya tidak berpikir itu menjadi alasan. Sudah waktunya kami berhenti mencari alasan. Kami memiliki kualitas untuk bersaing dan kami sudah menunjukkannya, hanya saja hasil akhirnya belum sesuai harapan," tegas Arias.
Kolombia menutup kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan catatan cukup impresif setelah berhasil lolos dari Grup K. Meski perjalanan mereka terhenti di babak 16 besar, evaluasi menyeluruh dipastikan menjadi modal penting bagi Los Cafeteros untuk kembali tampil lebih kompetitif pada edisi Piala Dunia berikutnya.
(Sumber: FIFA)